logo alinea.id logo alinea.id

Oman: Sudah waktunya menerima Israel

Beberapa waktu lalu, PM Israel melakukan kunjungan mengejutkan ke Oman. Itu terjadi setelah presiden Palestina melawat ke sana.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 28 Okt 2018 02:19 WIB
Oman: Sudah waktunya menerima Israel

Oman pada Sabtu (27/10) melukiskan Israel sebagai negara yang diterima di Timur Tengah. Pernyataan itu keluar sehari setelah Oman menjadi tuan rumah kunjungan PM Benjamin Netanyahu.

Oman menawarkan gagasan-gagasan untuk membantu Israel dan Palestina dapat bekerja sama tapi bukan bertindak sebagai penengah, kata Yousuf bin Alawi bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Oman, kepada peserta pertemuan puncak keamanan di Bahrain.

"Israel saat ini negara di kawasan, dan kami semua memahami ini," kata Yousuf. "Dunia juga menyadari fakta ini. Mungkin sudah saatnya bagi Israel diperlakukan sama (dengan negara-negara lain) dan juga menanggung kewajiban yang sama." 

Kunjungan PM Netanyahu ke Oman terjadi beberapa hari setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengadakan lawatan tiga hari ke negara Teluk itu. Kedua pemimpin bertemu Sultan Qaboos.

"Kami tidak mengatakan bahwa jalan sekarang mudah dan dihiasi bunga-bunga, tetapi prioritas kami ialah menghentikan konflik dan bergerak menuju dunia baru," kata Yousuf.

Oman mengandalkan AS dan usaha-usaha oleh Presiden Donald Trump dalam upaya menuju "perjanjian abadi" perdamaian Timur Tengah, tambahnya.

Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa menyuarakan dukungan bagi Oman atas peran kesultanan itu dalam usaha mewujudkan perdamaian Palestina-Israel, sementara Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan itu yakin bahwa kunci menormalisasikan hubungan dengan Israel ialah proses perdamaian.

Pertemuan puncak tiga hari itu dihadiri oleh Arab Saudi dan Bahrain. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, dan rekan-rekan sejawatnya dari Italia dan Jerman juga berpartisipasi, tetapi Raja Abdullah dari Yordania batal hadir setelah banjir melanda kawasan Laut Mati yang menewaskan 21 orang.

Sponsored

Utusan Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt, menyambut baik hubungan yang hangat & kerja sama yang meningkat antara teman-teman AS di kawasan. Hal tersebut disampaikan melalui sebuah twit pada Jumat malam. (Ant)