logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Sri Lanka diserang berita bohong

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dilaporkan membuat pernyataan bahwa dinas rahasia India merencanakan pembunuhan terhadap dirinya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 18 Okt 2018 16:37 WIB
Presiden Sri Lanka diserang berita bohong

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena meminta Perdana Menteri India Narendra Modi menolak laporan yang menyebutkan dia telah mengatakan bahwa dinas rahasia India berencana untuk membunuhnya. Permintaan tersebut disampaikan Sirisena kepada Modi melalui telepon.

Sirisena menegaskan kepada Modi bahwa dia menolak mentah-mentah laporan yang dimuat surat kabar The Hindu tersebut.

Menurut laporan tersebut, dalam sebuah rapat kabinet, Sirisena membuat pernyataan bahwa dinas India berencana membunuhnya.

Presiden Sri Lanka itu menelepon PM Modi beberapa jam setelah pemerintahnya secara resmi membantah laporan tersebut.

Kementerian Urusan Luar Negeri India pun merilis pernyataan yang menyebutkan, Sirisena memberi tahu Modi bahwa PM India itu adalah teman dekat sekaligus teman sejati Sri Lanka. Sirisena menegaskan bahwa laporan plot pembunuhannya tidak berdasar dan palsu.

Sementara itu, PM Modi menghargai langkah cepat Sirisena untuk menolak laporan tersebut. Dia menegaskan kembali komitmen India untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan tetangganya.

Sebelum percakapan via telepon antara Sirisena dan Modi, komisioner tinggi India telah mengunjungi Sirisena untuk mencari klarifikasi atas pernyataan yang disebut-sebut terucap darinya.

Sejumlah berita memalukan telah menyerang Sirisena dalam beberapa pekan terakhir.

Sponsored

Bulan lalu, dia mengamuk di maskapai nasional karena memberinya kacang mete yang menurutnya tidak layak dikonsumsi manusia. Tidak lama, Sirisena kembali menjadi berita utama setelah memanggil duta besar Sri Lanka untuk Austria dan seluruh stafnya karena tidak menjawab telepon.

Sirisena mengatakan, dia meminta stafnya menelepon kedubes hingga enam kali selama lebih dari empat jam, namun tidak ada yang menjawab. (BBC)