sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Duterte lewatkan sejumlah pertemuan di KTT ASEAN karena tidur siang

Pihak Duterte membantah bahwa keputusan sang presiden untuk tidur siang dan melewatkan sejumlah agenda karena dipicu isu kesehatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 15 Nov 2018 16:14 WIB
Duterte lewatkan sejumlah pertemuan di KTT ASEAN karena tidur siang

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dilaporkan melewatkan sejumlah pertemuan regional dalam rangkaian KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura. Penyebabnya karena dia tidur siang.

Duterte dikabarkan absen dalam empat pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu (14/11).

Presiden berumur 73 tahun itu membela perbuatannya dengan mengatakan "Apa yang salah dengan tidur siang saya?".

Duterte mengakui bahwa tidur siangnya belum cukup. Namun, dapat memberinya daya tahan untuk menjalani saat-saat terakhir KTT ASEAN.

Ini bukan kali pertama Duterte melewatkan agenda baik internasional atau dalam negeri. Kesehatannya telah menjadi sumber spekulasi selama bertahun-tahun. Pada Oktober lalu dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa dia menderita kanker.

Salvador Panelo, juru bicara Duterte menerangkan bahwa ketidakhadiran sang presiden tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi kesehatannya.

Menurutnya, Duterte membutuhkan tidur siang karena telah bekerja hingga larut malam dan hanya mendapatkan tiga jam waktu istirahat.

"Presiden yang melahap jadwal kerja secara terus-menerus adalah bukti bahwa dia dalam kondisi fisik yang prima," ungkap Panelo dalam sebuah pernyataan.

Sponsored

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden Duterte berkali-kali telah menyatakan bahwa dia sudah lelah dan siap untuk melepas jabatannya. Hanya saja, dia belum menemukan penerus yang cocok.

Selain kabar tidur siang Duterte, ada juga Presiden Moon Jae-in yang tertangkap kamera tengah memejamkan mata. Momen tersebut diabadikan oleh seorang kolumnis Washington Post.

Presiden Moon disebut tertidur saat menunggu kehadiran Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence untuk melaksanakan pertemuan bilateral.

Berita Lainnya