sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi ajak APT kurangi ketergantungan terhadap satu mata uang

Presiden Jokowi menyebut, APT perlu meningkatkan kolaborasi demi mewujudkan Asia Timur dan Asia Tenggara yang stabil dan sejahtera.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 15 Nov 2018 20:32 WIB
Jokowi ajak APT kurangi ketergantungan terhadap satu mata uang

Dalam KTT ke-21 ASEAN Plus Three (APT) di Suntec Convention Centre, Singapura, Kamis (15/11), Presiden Joko Widodo mengingatkan para negara anggota untuk mulai mengurangi ketergantungan kawasan terhadap satu mata uang.

Hal ini dapat dilakukan melalui implementasi efektif kerja sama currency swap serta meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran transaksi perdagangan lintas negara.

"Kerja sama APT harus menjadi bagian dari solusi global," ucap Presiden Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima Alinea.id pada Kamis (15/11).

Presiden menyebut, APT perlu meningkatkan kolaborasi demi mewujudkan Asia Timur dan Asia Tenggara yang stabil dan sejahtera. Kerja sama APT, lanjut Jokowi, krusial bagi perdamaian dan kesejahteraan kawasan.

Terlebih lagi, untuk menjaga ketahanan ekonomi, Amandemen Perjanjian Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) harus diperkuat dan ditingkatkan agar mekanisme kawasan berjalan dengan baik.

Hal ini, menurut Jokowi, perlu dilakukan sebagai upaya membentengi daya tahan ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil serta dapat merusak sistem perdagangan multilateral, mengganggu pertumbuhan ekonomi kawasan dan nasional, juga mengakibatkan fluktuasi nilai tukar.

Jokowi menyebut, perlu dilakukan aksi konkret dengan meningkatkan kontribusi pada CMIM sehingga adanya dana bantuan yang cukup untuk siap sedia membantu negara anggota yang membutuhkan.

Operasionalisasi CMIM juga harus lebih implementif dan tanggap dalam membantu anggota yang terkena krisis keuangan.

Sponsored

"Ketiga, saya mengusulkan agar kita tugaskan menteri keuangan dan gubernur Bank Sentral untuk bahas peningkatan dana talangan menjadi 2 kali lipat," jelas Presiden Jokowi.

Forum APT turut dihadiri oleh Perdana Menteri China Li Keqiang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Berita Lainnya