sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi Cs akan lanjutkan blokade terhadap Qatar

Blokade darat, laut, dan udara yang diberlakukan oleh Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan UEA terhadap Qatar telah berlaku sejak Juni 2017.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 28 Nov 2018 15:41 WIB
Arab Saudi Cs akan lanjutkan blokade terhadap Qatar

Mesir dan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa blokade terhadap Qatar akan berlanjut sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Kabar ini disampaikan oleh saluran televisi Al-Arabiya milik Arab Saudi.

Kedua negara pada Selasa (27/11), menegaskan kembali penolakan mereka untuk membuat konsepsi terhadap Doha, yang telah menghadapi sanksi dari empat negara Arab selama lebih dari satu tahun.

Pengumuman tersebut dibuat setelah pertemuan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS di Kairo pada Selasa kemarin.

Setelah mengunjungi Mesir, MBS bertolak ke Tunisia. Sejumlah warga di sana turun ke jalan untuk menentang kedatangannya. Mereka menuntut keadilan atas pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi yang menyeret sang putra mahkota.

Empat negara mengisolasi Qatar

Pada Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar. Tidak sampai di situ, keempatnya juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara ke negara pimpinan emir. Tamim bin Hamad al-Tsani

Kuartet yang dipimpin Arab Saudi tersebut menuding Doha mendukung terorisme dan gerakan politik oposisi, seperti Ikhwanul Muslimin misalnya.

Qatar telah berulang kali menolak tuduhan tersebut. Mencapnya tidak berdasar.

Sponsored

Tidak lama setelah memutus hubungan dengan Doha, kuartet itu merilis daftar tuntutan yang harus dipenuhi Qatar jika negara itu menormalisasi hubungan.

Termasuk di dalam daftar tuntutan itu adalah menutup jaringan media Al Jazeera, mengusir pasukan Turki dari wilayah Qatar, dan memutus hubungan dengan Iran. Qatar menolak mentah-mentah tuntutan tersebut dan melihatnya sebagai upaya untuk melanggar kedaulatannya.

Meski pun pada awal-awal terjadi gangguan pada rantai pasokannya, Qatar dinilai berhasil mengatasi embargo dengan membangun jaringan perdagangan baru, terutama dengan Turki.

Sumber : Al Jazeera