sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China imbau setop pernikahan mewah

Pemerintah China tengah berkampanye untuk melawan aksi menampilkan kekayaan secara berlebih-lebihan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 04 Des 2018 14:17 WIB
China imbau setop pernikahan mewah

China telah mengeluarkan seruan untuk mengakhiri upacara pernikahan mewah. Alasannya, pemerintah tengah meningkatkan kampanye melawan aksi menampilkan kekayaan secara berlebih-lebihan. 

Pernikahan, menurut Kementerian Urusan Sipil China, harus mengintegrasikan nilai-nilai inti sosialis dan budaya tradisional China serta menghindari apa pun yang berlebih-lebihan. 

Dalam sebuah konferensi yang berlangsung selama akhir pekan lalu, para pejabat menekankan bahwa reformasi pernikahan diperlukan untuk menggabungkan 'Xi Jinping Thought', ideologi politik presiden China, ke dalam perencanaan pernikahan dan pesta pernikahan.

Kementerian Urusan Sipil akan meminta otoritas lokal untuk membuat etiket pernikahan, seperti halnya yang dilakukan sebuah wilayah di China yang sudah membatasi tamu hingga 200 orang dan tidak mengizinkan pemberian kado senilai lebih dari 60.000 yuan. Secara eksplisit pemberian kado berupa rumah dan mobil dilarang.

Momen pernikahan dipandang sebagai kesempatan bagi orang China untuk memamerkan kekayaan mereka. Semakin mewah pernikahan, semakin mahal kado yang harus diberikan.

Kritik atas pernikahan mewah ini muncul bertepatan dengan rilis film Crazy Rich Asians, sebuah komedi romantis yang dimainkan oleh para aktor asal Asia, di China. Dalam film itu, sepasang kekasih menghabiskan biaya pernikahan sebesar US$40 juta.

"Kelihatannya seperti sebuah film tentang Asia, namun spiritnya sendiri adalah orang-orang Amerika," tulis seorang kritikus film China di situs Douban, versi Rotten Tomatoes China, saat merespons Crazy Rich Asians.

Film tersebut meraih US$1,2 juta di China selama debutnya pada akhir pekan, jumlah itu jauh dari sekitar US$25 juta pasca-premier pada Agustus lalu di Amerika Serikat. 

Sponsored

Bioskop-bioskop China memangkas jumlah pemutaran per hari Crazy Rich Asians dari 32.000 pada hari Jumat (30/11) lalu menjadi 18.700 pada hari Sabtu (2/12), ungkap Variety.

Respons mengecewakan ini disebut-sebut akan menyenangkan Partai Komunis, yang tengah berkampanye melawan upacara-upacara mewah, termasuk pemakaman. 

Setelah empat dekade menjalankan kebijakan satu anak, jumlah pria di China saat ini lebih banyak dibanding perempuan. Kurangnya jumlah perempuan dinilai ikut mendorong naiknya biaya mahar.

Tahun lalu, Dengzhou, sebuah kota di provinsi Henan, mematok mahar untuk pengantin perempuan sebesar 30.000 yuan. Itu sudah termasuk biaya pernikahan mewah dan uang tunai untuk pengantin perempuan dan keluarnya. 

Harga mahar telah meningkat secara signifikan di daerah pedesaan, di mana ketidakseimbangan gender lebih akut dibanding di kota-kota. (Stuff)