sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kontak dengan pria Jepang, warga Kamboja positif coronavirus

Ini tercatat sebagai kasus pertama infeksi coronavirus jenis baru yang menjangkiti warga Kamboja.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 08 Mar 2020 07:52 WIB
Kontak dengan pria Jepang, warga Kamboja positif coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kementerian Kesehatan Kamboja pada Sabtu (7/3) mengumumkan bahwa seorang warga negara itu dinyatakan positif coronavirus jenis baru atau Covid-19. Ini merupakan kasus pertama yang menimpa warga Kamboja.

"Pria usia 38 tahun itu adalah satu dari empat orang yang dites karena melakukan kontak langsung dengan seorang pengunjung asal Jepang yang telah dinyatakan positif coronavirus jenis baru," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Kamboja Or Vandin.

Pria asal Jepang tersebut meninggalkan Kamboja dari Siem Reap, yang terkenal dengan wisata candi Angkor Wat.

Kamboja sebelumnya telah melaporkan kasus infeksi coronavirus jenis baru terhadap seorang pria asal China. Namun, pria itu telah dinyatakan pulih dan kembali ke negaranya.

Sementara itu, korban meninggal akibat coronavirus jenis baru di Amerika Serikat meningkat pada Sabtu sore waktu setempat menjadi 19 orang, setelah pihak berwenang mengumumkan dua fatalitas di Florida. Di seluruh Negeri Paman Sam terdapat lebih dari 400 orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut.

Ada lebih dari 3.000 orang yang saat ini dikarantina di Grand Princess, sebuah kapal pesiar yang berhenti di lepas pantai San Francisco, California, sementara pihak berwenang melakukan tes terhadap awak dan penumpang. Setidaknya 21 orang dari jumlah itu telah dinyatakan positif Covid-19.

Presiden Donald Trump pada Jumat (6/3) menuturkan bahwa dia lebih memilih agar para penumpang tetap berada di atas kapal sehingga mereka tidak akan menambah jumlah kasus coronavirus jenis baru di daratan AS.

"Saya tidak perlu menambah jumlah (korban terinfeksi) karena yang di satu kapal itu bukan kesalahan kami," kata dia.

Sponsored

Di New York, Gubernur Andrew Cuomo menyatakan keadaan darurat pada Sabtu ketika jumlah kasus infeksi melonjak jadi 76. Khusus di New York City, jumlah kasus infeksi meningkat dalam semalam, dari lima menjadi 11.

Dengan menyatakan keadaan darurat, New York sekarang dapat mengakses dana darurat US$30 juta, yang akan digunakan untuk sejumlah hal termasuk pembelian peralatan pelindung bagi tenaga medis dan mempekerjakan personel tambahan.

New York bukan satu-satunya negara bagian di AS yang menyatakan keadaan darurat. Sebelumnya California, Washington, Florida, Kentucky, dan Maryland lebih dulu mengambil langkah serupa.

Efek deklarasi semacam itu bervariasi di setiap negara bagian, namun secara umum memungkinkan pemerintah negara bagian mengakses dana darurat untuk mempercepat respons terhadap krisis.

Secara global, kasus infeksi coronavirus jenis baru telah melampaui 100.000 dengan jumlah pasien sembuh lebih dari 55.491 orang. Fatalitas di seluruh dunia tercatat lebih dari 3.550.

Di luar China, Korea Selatan, Italia, dan Iran menjadi negara dengan dampak terparah. Korea Selatan mendeteksi 7.041 orang terinfeksi, dengan lebih dari 40 orang meninggal.

Di Italia, 233 orang meninggal dan 5.883 orang terinfeksi. Di Iran, kasus infeksi mencapai 5.823 dengan 145 fatalitas. (Reuters, The Guardian, dan Vox)

Berita Lainnya