Dunia / Korea Selatan

12 mahasiswa Korea Selatan diduga naikkan berat badan untuk hindari wajib militer

Korea Selatan mewajibkan semua warga negaranya yang berjenis kelamin pria berusia antara 18 dan 35 tahun untuk menjalani wajib militer.

12 mahasiswa Korea Selatan diduga naikkan berat badan untuk hindari wajib militer Ilustrasi Korea Selatan/ Pixabay

Dua belas mahasiswa Korea Selatan dituduh berkonspirasi untuk menaikkan berat badan dengan tujuan menghindari wajib militer. 

Menurut Administrasi Tenaga Militer Korea Selatan, 12 remaja itu telah bertukar pesan di KakaoTalk tentang bagaimana menaikkan berat badan dengan cepat. Beberapa dari mereka dilaporkan mengonsumsi bubuk protein dalam jumlah banyak, sementara yang lainnya minum jus lidah buaya pada hari ujian.

"Administrasi Tenaga Kerja Militer, melalui penyelidikan menyeluruh, akan melakukan yang terbaik untuk mencabut kejahatan penghindaran wajib militer dan memberi pelajaran bagi pelanggar," kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan.

Korea Selatan, yang secara teknis masih berperang dengan Korea Utara, mengharuskan semua pria berusia antara 18 dan 35 tahun untuk menjalani wajib militer setidaknya selama 21 bulan.

Persyaratan wajib didasarkan pada kombinasi tinggi, pendidikan dan indeks massa tubuh. Pihak berwenang juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti penglihatan, kecacatan dan sejarah kriminal.

Seluruh mahasiswa itu menempuh pendidikann musik di sebuah universitas yang sama di Seoul. Mereka khawatir menempuh wajib militer dapat mengganggu karier mereka, dan meyakini pilihan terbaik adalah mengabdi di kantor-kantor pemerintah sehingga mereka lebih banyak waktu untuk berlatih.

Mengabdi di kantor pemerintah diperuntukkan bagi mereka yang tidak dapat mendaftar wajib militer karena alasan kesehatan.

Administrasi Tenaga Kerja Militer mengatakan, jika terbukti bersalah, para mahasiswa akan menerima hukuman pidana serta menjalani wajib militer. Dua dari 12 mahasiswa telah menyelesaikan tugas mereka mengabdi di kantor pemerintah.

Meskipun wajib militer sangat populer di kalangan konservatif di Korea Selatan, para kritikus mengatakan bahwa undang-undang itu dapat merusak karier. Mereka juga mengklaim bahwa wajib militer melanggar hak asasi manusia bagi orang yang menolaknya berdasarkan keyakinan yang dipegang teguh.

Menurut kantor berita Yonhap, para pria muda di Korea Selatan sebelumnya memilih menato tubuh mereka atau melukai diri sendiri demi menghindari wajib militer. Sementara, sebagian lainnya mencoba menambah atau mengurangi berat badan mereka hingga akhirnya praktik ini terkuak.

Mereka yang menolak untuk menjalani wajib militer sering kali menghadapi hukuman penjara.

Amnesty International menyatakan bahwa Korea Selatan telah memenjarakan banyak orang yang menolak menjalani wajib militer. Ratusan orang dipenjara setiap tahun, kata kelompok pemantau HAM tersebut. 

Banyak antara mereka yang dipenjara adalah penganut Jehovah's Witnesses yang menolak wajib militer karena keyakinan agama mereka.

Namun, diperkirakan akan ada perubahan dalam beberapa bulan mendatang, mengingat Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan pada Juni lalu bahwa negara itu harus memberikan peran sipil alternatif bagi mereka yang menolak mengangkat senjata karena alasan agama atau politik.

 

 

Sumber: CNN


Berita Terkait