logo alinea.id logo alinea.id

12 tahun bekerja di Yordania, TKW asal Indramayu hilang kontak

TKW Siti Lasmini tak diketahui keberadaannya sejak tujuh tahun lalu.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Sabtu, 02 Mar 2019 17:35 WIB
12 tahun bekerja di Yordania, TKW asal Indramayu hilang kontak

Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Bulak Lor, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bernama Siti Lasmini (28), hilang kontak saat bekerja di Yordania. Dia tercatat sudah tujuh tahun bekerja di negara tersebut.

"Kami mendapatkan aduan dari adik TKW Siti Lasmini, yang sudah tujuh tahun tidak ada kabar sama sekali," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, di Indramayu, Sabtu (2/3).

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, Siti Lasmini berangkat ke Yordania pada 2007. Saat itu, Siti yang masih berusia 16 tahun umurnya dituakan menjadi 22 tahun oleh pihak sponsor. Menurut Juwarih, pihak sponsor berasal dari Desa Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. 

Pada Juni 2007, Lasmini diberangkatkan melalui PT Salha Putri Tunggal yang beralamat di Jln. Otista lll, Kompleks l Nomor 1 Kebun Nanas Selatan I, Cipinang, Cimpedak, Jakarta Timur. 

Di Yordania, dia bekerja pada majikan bernama Abdul Kareem Yusuf Al-Handawy, yang beralamat di Amman JO 10800, Yordania.

Saat ini pihak keluarga berharap dapat bertemu kembali dengan Siti Lasmini, karena tak pernah ada kabar darinya. "Terakhir keluarga berkomunikasi via telepon pada Mei 2012, setelah itu sudah tidak ada kabarnya lagi," ujar Juwarih.

Berdasarkan pengakuan keluarga, pada lima tahun awal bekerja, Lasmini sering memberi kabar dan mengirim uang. Namun, sejak Mei 2012 sampai saat ini, pihak keluarga tak lagi mendapat kabar dan mengetahui keberadaan Siti Lasmini. 

"Keluarga meminta bantuan kepada kami agar bisa dicarikan informasi terkait keberadaan Siti Lasmini," ucap Juwarih.

Sponsored

Merespons aduan tersebut, SBMI Indramayu akan membuat surat ke beberapa kementerian dan instansi pemerintah terkait. Diharapkan upaya tersebut dapat memberi titik terang seputar nasib dan keberadaan Siti Lasmini. 

"Setelah data-data sudah lengkap baru kami akan membuat surat pengaduan ke Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, dengan tembusan ke Kemenaker, BNP2TKI, dan KBRI Jordania," kata Juwarih. (Ant)