sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

140 warga Rusia ikut terisolasi akibat coronavirus

Jumlah korban tewas akibat coronavirus tipe baru saat ini mencapai 81 orang.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 27 Jan 2020 17:05 WIB
140 warga Rusia ikut terisolasi akibat coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Kedutaan Besar Rusia di Beijing, China, menyebutkan setidaknya terdapat 140 warganya yang saat ini berada di Provinsi Hubei termasuk Wuhan, tempat di mana corona virus tipe baru muncul. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kedubes Rusia Georgy Yegorov kepada TASS pada Senin (27/1).

"Kami menjaga kontak dengan mereka. Kedubes Rusia memenuhi seluruh kebutuhan mereka, termasuk pasokan makanan dan air, lewat kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri China dan badan otoritas setempat," ujar Yegorov. "Kami mencoba menyelesaikan seluruh persoalan secara manual."

Lebih jauh, Yegorov menerangkan bahwa seorang mahasiswa Rusia dari Wuhan University telah mengeluhkan soal kekurangan masker. Yegorov menyatakan, pihaknya telah menghubungi universitas tersebut untuk menyelesaikan isu ini.

"Secara umum, 140 orang ini menginformasikan kepada kami bahwa mereka mendapat semua yang mereka butuhkan," terang Yegorov.

Dia menambahkan, "Menurut pejabat China, situasi di Wuhan dan Provinsi Hubei terkendali."

Sementara itu, wakil presiden Association of Russian Tour Operators Dmitry Gorin mengatakan, operator-operator tur Rusia telah berhenti menjual tur ke China menyusul wabah coronavirus dan fokus mereka kini memulangkan wisatawan. Gorin menambahkan bahwa langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari pengawas pariwisata Rusia.

Saat ini, menurut Komisi Kesehatan Nasional China jumlah korban tewas akibat coronavirus tipe baru mencapai 81 orang, dengan rincian 76 orang di Provinsi Hubei, dan lima di tempat lainnya. Jumlah mereka yang terinfeksi mencapai lebih dari 2.740 orang.

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang, telah diisolasi. Otoritas kota menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun dari Wuhan yang meninggalkan China dalam empat hari terakhir. Sementara, 4.096 wisatawan dari Wuhan masih berada di luar negeri.

Sponsored

Dua rumah sakit darurat tengah dibangun di kota itu dan pabrik-pabrik dikejar waktu untuk memproduksi masker dan pakaian pelindung.

Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang menilai bahwa jumlah kasus coronavirus tipe baru akan meningkat. Dia memperingatkan bahwa sekitar lima juta pelancong meninggalkan Wuhan sebelum kota itu diisolasi.

Coronavirus telah teridentifikasi nyaris di seluruh provinsi di China, termasuk wilayah administratif khusus Hong Kong dan Macau. Sejumlah negara di berbagai belahan dunia juga telah mengonfirmasi kasus coronavirus, di antaranya Amerika Serikat, Australia, dan Taiwan lima kasus, Thailand delapan kasus, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan masing-masing empat kasus, serta Prancis tiga kasus.

Ada pun Vietnam dua kasus, sementara Nepal dan Kanada masing-masing satu kasus.

Coronavirus lazim menyerang manusia, biasanya menyebabkan gangguan pernapasan ringan seperti batuk atau pilek. Namun, beberapa jenis coronavirus mematikan, seperti SARS dan MERS dan wabah terbaru yang muncul di Wuhan adalah jenis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya pada manusia.

Demam, diikuti dengan batuk kering, sebelum akhirnya sesak napas disebut adalah gejala terserang coronavirus tipe baru. Tetapi dalam beberapa kasus,infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. 

Hingga saat ini belum ada vaksin untuk coronavirus tipe baru sehingga mereka yang terinfeksi dirawat sesuai dengan gejalanya. (TASS dan BBC)

Berita Lainnya