sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

16 orang tewas dalam penembakan massal di Kanada

Pelaku diidentifikasi sebagai Gabriel Wortman (51), yang bekerja sebagai dokter gigi.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 20 Apr 2020 11:19 WIB
16 orang tewas dalam penembakan massal di Kanada
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Pihak berwenang Kanada pada Minggu (19/4) menyatakan, penembakan massal di Provinsi Nova Scotia pada Sabtu (18/4) menewaskan setidaknya 16 orang. Salah satu korban tewas adalah petugas polisi Heidi Stevenson.

"Hari ini adalah hari yang sangat menghancurkan bagi Nova Scotia dan akan terukir di benak kita selama bertahun-tahun," tutur Komandan Royal Canadian Mounted Police (RCMP) di Nova Scotia, Lee Bergerman.

RCMP mengidentifikasi pria bersenjata sebagai Gabriel Wortman (51) yang bekerja sebagai dokter gigi.

Polisi mendapat info mengenai penembakan setelah pada Sabtu malam menerima sejumlah laporan terkait suara tembakan di sebuah rumah di Portapique, sekitar 130 kilometer dari ibu kota provinsi, Halifax.

"Ketika tiba di lokasi, petugas menemukan beberapa korban di dalam dan di luar rumah," kata petugas operasi kriminal RCMP di Nova Scotia Chris Leather.

Leather menjelaskan, pencarian tersangka berlangsung semalaman. Pada Minggu pagi, Wortman akhirnya ditemukan di sebuah halte truk.

"Pencarian berakhir pagi ini ketika tersangka ditemukan dan saya dapat mengonfirmasi bahwa dia sudah tewas," kata Leather tanpa merinci lebih lanjut apakah tersangka tewas karena ditembak polisi.

Perburuan Wortman diperumit oleh fakta bahwa dia diyakini mengenakan seragam RCMP dan mengendarai kendaraan yang dibuat mirip dengan mobil polisi.

Sponsored

"Tentu saja hal tersebut menjadi elemen penting dalam penyelidikan. Fakta bahwa orang ini memiliki seragam dan berusaha membuat mobilnya serupa dengan mobil polisi jelas menyatakan bahwa tindakannya direncanakan," lanjut Leather.

Namun, Leather mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apa motivasi Wortman. Dia menambahkan, sebagian besar korban tidak memiliki hubungan dengannya.

Polisi sempat bertukar tembakan dengan Wortman. Laporan kemudian mengungkapkan bahwa dia juga membunuh orang di sejumlah lokasi lain.

"Kami belum memiliki jumlah pasti (korban tewas)," kata Leather.

Perdana Menteri Nova Scotia Stephen McNeil mengutuk penembakan tersebut, menyebutnya sebagai salah satu tindakan kekerasan paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi tersebut.

Pembantaian pada Minggu adalah yang terburuk di Kanada sejak seorang pria bersenjata membunuh 15 wanita di Montreal pada Desember 1989. Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada, yang memiliki UU kontrol senjata yang lebih ketat daripada Amerika Serikat.

Nova Scotia, layaknya wilayah Kanada lainnya, berada di bawah perintah larangan keluar rumah untuk mengekang penyebaran coronavirus jenis baru.

Menurut situs Denturist Society of Nova Scotia, Wortman mengoperasikan klinik gigi di Dartmouth, berdekatan dengan Halifax.

Leather menyatakan, polisi akan menyelidiki apakah penembakan brutal tersebut berkaitan dengan pandemik Covid-19 yang telah memaksa penutupan bisnis nonesensial. (Reuters dan CNN)

Berita Lainnya