logo alinea.id logo alinea.id

17 orang terima Hassan Wirajuda Perlindungan Award

HWPA merupakan acara tahunan Kemlu RI untuk mengapresiasi pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya perlindungan WNI.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 11 Sep 2019 20:56 WIB
17 orang terima Hassan Wirajuda Perlindungan Award

Bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (11/9), Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) 2019. Itu merupakan acara tahunan Kemlu RI untuk mengapresiasi pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya perlindungan WNI.

"Perlindungan WNI membutuhkan budaya untuk berkolaborasi, kalau hanya dilakukan satu atau dua orang atau bahkan sebuah lembaga saja, tidak mungkin misi perlindungan WNI berjalan dengan optimal dan efektif," tutur Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pidato pembukaan HWPA.

Menlu Retno menekankan pentingnya membangun sistem perlindungan WNI yang berkelanjutan dan kokoh untuk mempermudah pelayanan publik bagi perwakilan Indonesia di luar negeri.

"Sistem itu harus memiliki standar baku dan terus berinovasi," kata dia. "Selain itu perlu adanya edukasi mengenai perlindungan WNI kepada publik dan melakukan upaya pencegahan. Pencegahan lebih mudah dan lebih murah daripada menangani peristiwa yang sudah terjadi."

Pada tahun kelima ajang ini, Menlu Retno menganugerahkan HWPA kepada 17 orang yang terbagi atas delapan kategori.

Kategori Kepala Perwakilan RI diraih oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko dan Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu Krishna Djelani. Kategori Staf Perwakilan RI diberikan kepada Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur Galuh Indriyati dan Mulkan Lekat, pejabat Fungsi Konsuler KJRI Mumbai Andini Fitriliah, pejabat lokal KJRI Jeddah Amat Fajri Mangkurejo, serta staf lokal KBRI Seoul Lim Kyung-il.

Tenaganita Penang dan Valeriy A. Radchenko berhasil meraih HWPA untuk kategori Mitra Kerja Perwakilan RI.

Sementara itu, kategori Mitra Kerja Kementerian Luar Negeri RI diberikan kepada Direktorat Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam milik Kementerian Agama RI.

Sponsored

Untuk kategori Pemerintah Daerah, HWPA dianugerahkan kepada Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Desa Lontar di Kabupaten Serang, Banten.

HWPA untuk kategori Masyarakat Madani Indonesia diberikan kepada Indonesian Migrant Workers Union Netherlands di Belanda.

Ada pun kategori Jurnalis/Media diterima oleh detik.com, Narasi TV, dan Aditya Widya Putri, jurnalis dari Tirto.id. Terakhir, kategori Pelayanan Publik di Perwakilan RI diberikan kepada KBRI Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menuturkan bahwa diplomasi Indonesia selalu menempatkan perlindungan WNI sebagai prioritas.

"UU Indonesia menempatkan perlindungan WNI sebagai misi diplomasi yang sangat penting. Sejak awal masa saya menjabat sebagai menlu, saya menekankan pendekatan kepedulian dan keberpihakan kepada warga kami yang mengalami kesusahan di luar negeri," ujar Hassan.

Menlu Retno mengatakan dirinya berharap penerima HWPA dapat menjadi penyemangat kepada seluruh pihak yang bekerja di bidang perlindungan WNI.

Senada dengan Menlu Retno, Hassan pun menuturkan bahwa dia ingin ajang ini mendorong perubahan budaya kerja yang besar, mengakibatkan respons di pemerintah pusat dan perwakilan RI menjadi lebih cepat dan tanggap.

"Ajang ini merekam prestasi-prestasi terbaik, semoga dapat menjadi standar minimum yang harus dicapai sebagai upaya perlindungan WNI ke depannya," kata dia.