sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

20 masih hilang setelah tanah longsor di Jepang

Longsor tersebut membuat orang-orang melarikan diri karena mengubur sebagian jalanan.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Minggu, 04 Jul 2021 14:46 WIB
20 masih hilang setelah tanah longsor di Jepang

Dua mayat ditemukan setelah tanah longsor besar terjadi di sebuah kota peristirahatan, Kota Atami, di Jepang. Tanah longsor tersebut menyapu rumah-rumah di area tersebut pada Sabtu (3/7) setelah hujan lebat selama beberapa hari, dengan sekitar 20 orang lainnya masih hilang.

Tayangan di televisi lokal Jepang menunjukkan semburan lumpur melenyapkan bangunan sesaat setelah jatuh dari lereng bukit di Atami, Prefektur Shizuoka. Longsor tersebut membuat orang-orang melarikan diri karena mengubur sebagian jalanan.

"Saya mendengar suara yang mengerikan dan melihat tanah longsor mengalir ke bawah saat petugas penyelamat mendesak orang untuk mengungsi. Jadi saya berlari ke tempat yang lebih tinggi," kepala kuil di dekat bencana mengatakan kepada penyiar publik NHK. "Saat saya kembali, rumah dan mobil yang ada di depan kuil sudah tidak ada," kata kepala kuil lagi.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan, bahwa layanan darurat dan militer telah meluncurkan misi penyelamatan dan evakuasi, memperingatkan bahwa lebih banyak hujan diperkirakan akan turun.

"Kemungkinan hujan lebat karena  hujan, jadi kita tetap harus waspada secara maksimal," katanya dalam rapat darurat bencana.

Curah hujan saat itu ialah 313 milimeter hanya dalam waktu 48 jam hingga Sabtu malam. Angka itu  lebih tinggi dari total rata-rata bulanan untuk Juli, yaitu 242,5 milimeter.

Sementara Dua orang ditemukan dalam keadaan henti jantung dan pernapasan, kata gubernur regional.

Gubernur Shizuoka Heita Kawakatsu kepada wartawan mengatakan, hujan deras menyebabkan tanah menjadi longgar dan tanah longsor terjadi.

"Hujan semakin deras dan menyapu rumah-rumah bersama dengan orang-orang," ucap dia.

Sponsored

Dia mengatakan sekitar 20 lainnya orang masih hilang setelah tersapu oleh tanah longsor. Bencana itu dimulai sekitar pukul 10:30 waktu setempat di sungai dekat kota, yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Tokyo dan terkenal sebagai sumber air panas.

Sebuah video yang diposting di TikTok dari tempat kejadian menunjukkan lumpur besar dan puing-puing meluncur perlahan di jalan yang curam dan hampir menelan sebuah mobil putih, yang melaju sebelum semburan yang lebih cepat dan lebih ganas tiba.

Dalam klip lain di media sosial, tanah longsor terlihat merobohkan tiang listrik, dengan area yang luas dibiarkan tergenang oleh beberapa gelombang bumi.

Sebagian besar wilayah Jepang saat ini mengalami musim hujan tahunan, yang berlangsung selama beberapa minggu dan sering menyebabkan banjir dan tanah longsor, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi.

Para ilmuwan mengatakan, perubahan iklim mengintensifkan fenomena ini karena atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak air, menghasilkan curah hujan yang lebih tinggi.

Peringatan evakuasi tertinggi, yang mendesak orang untuk menyelamatkan diri sesegera mungkin, telah dikeluarkan ke kota Atami yang memiliki lebih dari 20.000 rumah tangga.

Penduduk di banyak kota lain di Shizuoka juga telah diperintahkan untuk mengungsi. Sekitar 2.800 rumah di Atami dibiarkan tanpa listrik, menurut Tokyo Electric Power Company.

Kereta cepat Shinkansen antara Tokyo dan Osaka juga telah dihentikan sementara karena hujan lebat, sementara kereta api lokal lainnya di daerah yang terkena hujan juga dihentikan, melansir dari situs web perusahaan kereta api

Sumber : Japan Today

Berita Lainnya