sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

3 kandidat unggul dalam putaran pertama debat capres Demokrat AS

Debat dibagi menjadi dua sesi, 10 kandidat capres berdebat pada Rabu dan sisanya pada Kamis.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 28 Jun 2019 15:26 WIB
3 kandidat unggul dalam putaran pertama debat capres Demokrat AS

Sebanyak 20 kandidat calon presiden dalam Pilpres 2020 dari Partai Demokrat memiliki kesempatan untuk bertukar pandangan dalam debat putaran pertama yang berlangsung pada Rabu (26/6) dan Kamis (27/6).

Debat dibagi menjadi dua sesi, yakni 10 kandidat capres berdebat pada Rabu dan sisanya pada Kamis.

Penampilan debat yang kuat dapat membantu mendorong kandidat mendapatkan donor atau sorotan media, tetapi itu tidak menjamin kesuksesan yang berkelanjutan dalam pemungutan suara Pilpres 2020. Di sisi lain, penampilan yang buruk tidak serta-merta akan menghambat kampanye seorang kandidat.

Kandidat unggul

Pascadebat, sejumlah pakar dan jajak pendapat mengidentifikasi tiga kandidat sebagai pemenang dan dua orang sebagai kandidat yang gagal bertanding dalam debat putaran pertama.

Kamala Harris menjadi kandidat pertama yang dinilai unggul. Dia mengkritik kebijakan rencana pajak dan imigrasi milik Presiden Donald Trump di awal debat pada Kamis (27/6) malam waktu setempat.

Momen Harris yang paling mengesankan pada debat itu adalah ketika dia mengkritik rekam jejak mantan Wakil Presiden Joe Biden, khususnya keputusannya beberapa dekade lalu untuk tidak mendukung kebijakan desegregasi rasial di sekolah.

Dalam sebuah twit, kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, John Delaney, menyebut kritik Harris terhadap Biden sebagai momen yang luar biasa.

Sponsored

Lynn Vavreck, profesor politik dan kebijakan publik AS di UCLA, juga memuji langkah Harris.

"Momen itu adalah satu di antara hal-hal yang paling menakjubkan yang pernah saya saksikan dalam debat politik," ujarnya.

Masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana momen itu akan memengaruhi jajak pendapat Harris. Namun, menurut Google Trends, pencarian di Google untuk kata "busing", sebutan untuk kebijakan desegregasi AS, melonjak lebih dari 3.000% setelah Harris mengemukakan masalah tersebut.

Selain Harris, Julian Castro juga dianggap sebagai kandidat yang bersinar dalam putaran pertama debat kandidat Partai Demokrat.

Mantan Menteri Pembangunan Perumahan dan Perkotaan AS itu memulai diskusi dengan topik imigrasi. Dia mengatakan bahwa foto seorang ayah imigran yang mati tenggelam dengan anak perempuannya seharusnya membuat pejabat AS kesal dan ingin melakukan perubahan dalam sistem imigrasi.

Dalam debat pada Rabu, Castro merupakan kandidat keempat yang memiliki waktu berbicara paling lama di antara sembilan peserta lainnya.

Sebelum debat, jajak pendapat menunjukkan hanya 0,3% pemilih Demokrat yang mendukungnya. Angka itu melonjak menjadi 2,1% yang mendukungnya pada akhir debat.

Selain Harris dan Castro, Cory Booker pun menjadi salah satu pesaing kuat dalam debat pada Rabu. Senator dari New Jersey itu berbicara tentang sistem ekonomi pemerintah yang ada tidak membantu masyarakat kelas menengah AS.

Booker mencoba melawan tuduhan yang menyatakan bahwa dia terlalu ramah kepada perusahaan obat. Dia berjanji untuk membuat para produsen opioid bertanggung jawab secara pidana atas peran mereka dalam memicu kecanduan dan krisis overdosis di AS.

Waktu berbicara Booker lebih banyak dari kandidat lainnya. Menurut lembaga riset Morning Consult, peringkatnya pun meningkat setelah debat.

Gagal mendapatkan momentum

Sejumlah ahli menganggap Beto O'Rourke kehilangan momentumnya ketika kalah berdebat dengan Castro pada Rabu.

Para kandidat lainnya pun menyerang O'Rourke atas sikapnya terkait perawatan kesehatan. Mantan anggota kongres itu bersikeras menentang penghapusan asuransi swasta. Salah satu kandidat, Bill de Blasio, membantahnya dan mengatakan bahwa sistem itu tidak akan berdampak baik bagi puluhan juta warga AS.

Menurut jajak pendapat, sebanyak 3,8% responden menyatakan akan memilih O'Rourke, namun angka itu justru merosot menjadi 2,8% setelah debat berakhir.

Salah satu kandidat yang mendapatkan pukulan telak adalah Biden. Banyak ahli yang menilai bahwa Biden mencoba untuk berhati-hati dan main aman dalam perdebatan sengit pada Kamis.

Biden membahas beberapa poin pembicaraan yang banyak digemari pemilih Demokrat. Dia menyatakan ingin mengembalikan martabat masyarakat kelas menengah dan membangun kembali Obamacare untuk memperluas cakupan perawatan kesehatan di AS.

Namun, Biden dinilai kalah telak ketika berdebat dengan Harris mengenai masalah desegregasi rasial. Meski begitu, survei menunjukkan bahwa peringkat Biden tetap stabil walaupun ada kritik akibat perdebatannya dengan Harris. (CNBC)