logo alinea.id logo alinea.id

3 WNI disandera, RI koordinasi dengan Malaysia dan Filipina

Tiga nelayan WNI yakni Samiun Maniu (27), Maharuydin Lunani (48) dan Muhammad Farhan (27) diculik pada 23 September oleh 7 pria bersenjata.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 08 Okt 2019 18:33 WIB
3 WNI disandera, RI koordinasi dengan Malaysia dan Filipina

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina untuk mengetahui kondisi tiga nelayan WNI yang disandera di perairan Sabah.

Pada 23 September, tiga nelayan WNI yakni Samiun Maniu (27), Maharuydin Lunani (48) dan Muhammad Farhan (27), diculik oleh tujuh pria bersenjata. Seluruh korban dibawa ke Pulau Tawi-Tawi di Filipina selatan.

"Pemerintah Indonesia, melalui perwakilan kita di Malaysia dan Filipina, terus berkoordinasi dengan otoritas setempat," tutur Judha di Kemlu RI, Jakarta, pada Selasa (8/10).

Judha menyesalkan insiden penyanderaan tiga nelayan WNI.

"Kita menyesalkan kejadian ini berlangsung lagi. Sebetulnya KJRI kita di sana sudah memberikan peringatan, kita prihatin bahwa kejadian seperti ini terulang kembali,"

Dia menjelaskan bahwa Indonesia, Filipina dan Malaysia memiliki kerja sama patroli trilateral. Namun, patroli tersebut hanya dapat dilakukan di wilayah masing-masing.

"Sedangkan penyanderaan itu terjadi di perairan Malaysia," jelas dia.

Sebelumnya pada Kamis (3/10), The Star melaporkan bahwa salah satu keluarga dari tiga nelayan WNI yang disandera telah menerima permintaan uang tebusan dari para penculik.

Sponsored

Komisaris Polisi Sabah Omar Mammah mengatakan bahwa para penculik menelepon salah satu keluarga beberapa hari setelah peristiwa penyanderaan. Para penculik dilaporkan mendesak keluarga untuk mengumpulkan uang secepat mungkin.