close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Pixabay
Dunia
Rabu, 12 Oktober 2022 14:09

33 orang tewas akibat cuaca ekstrem di Nepal

Tim penyelamat mengalami kesulitan untuk mencapai wilayah pegunungan di tengah hujan yang terus berlanjut.
swipe

Curah hujan monsun terburuk yang melanda provinsi Karnali di barat laut, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Nepal Barat dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan media lokal atas kejadian banjir dan tanah longsor, telah ditemukan sedikitnya 33 orang tewas. Sebanyak ratusan rumah juga mengalami kerusakan, dan sebanyak 22 orang masih dinyatakan hilang di seluruh provinsi dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Tim penyelamat mengalami kesulitan untuk mencapai wilayah pegunungan di tengah hujan yang terus berlanjut.

Juru bicara polisi yang dikutip dari Annapurna Post mengatakan, telah mengirim petugas polisi ke tempat kejadian dan telah menyediakan helikopter untuk penyelamatan udara dari Surkhet.

“Kami telah mengerahkan petugas polisi di lapangan. Kami telah mengatur helikopter untuk penyelamatan udara dari Surkhet,” katanya.

Ia juga menambahkan keadaan cuaca yang tidak membaik, mengakibatkan kemajuan tidak seperti yang diharapkan.

Sementara, badan-badan kemanusiaan PBB mengatakan, telah mendistribusikan makanan dan obat-obatan kepada masyarakat yang terkena dampak paling parah di Nepal barat.

Nepal mendekati akhir musim hujan, yang biasanya dimulai pada Juni dan berakhir pada Oktober.

Sebagian besar laporan orang hilang datang dari distrik Kalikot. Dan ribuan orang telah dievakuasi dari rumah mereka di sana dalam seminggu terakhir di tengah peringatan hujan lebat.

Otoritas darurat Nepal menyampaikan, bahwa di beberapa daerah di provinsi itu, sungai Karnali telah naik menjadi lebih dari 12 m (39 kaki). Hal itu mengakibatkan beberapa jembatan gantung di atas sungai hanyut.

Pejabat pemerintah telah mengirimkan bantuan penyelamatan udara ke wilayah tersebut dengan menggunakan helikopter.
 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Ghina Mita Yuniarsih
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan