logo alinea.id logo alinea.id

5 ABK WNI hilang di perairan Taiwan

Kelima WNI tersebut merupakan anak buah kapal Chuan Yi Tsai No. 1 yang berbendera Taiwan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 12 Agst 2019 09:41 WIB
5 ABK WNI hilang di perairan Taiwan

Lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) berbendera Taiwan CT4-1103 dilaporkan hilang. Laporan ini dibuat setelah penjaga pantai Taiwan dan Jepang menemukan reruntuhan yang diduga kuat adalah kapal ikan yang dilaporkan hilang pada 6 Agustus 2019.

"Hingga saat ini para ABK WNI belum ditemukan. Upaya SAR terkendala dengan adanya Badai Lekima," kata Pelaksana harian Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha melalui pesan singkat, Minggu (12/8).

Direktorat Perlindungan WNI Kemlu telah menghubungi para keluarga ABK dan akan terus melaporkan perkembangan terakhir.

Lima ABK WNI dan seorang kapten kapal asal Taiwan dikhawatirkan hilang di laut setelah sebuah kapal terbalik ditemukan di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai oleh penjaga pantai Taiwan pada Rabu (7/8).

"Kapal Chuan Yi Tsai No. 1 meninggalkan Pelabuhan Wushi di Yilan, Taiwan timur laut pada 2 Agustus, menuju perairan lepas pantai timur Taiwan," kata pemiliknya.

Kapal itu semula dijadwalkan kembali pada 4 Agustus, tetapi sudah tidak ada kontak sejak pukul 01.00 pada hari yang sama.

Lokasi terakhir kapal yang diketahui adalah 19 mil laut di sebelah timur Suao Township, Yilan.

Coast Guard Administration (CGA) Taiwan dan Jepang telah mengirim kapal dan helikopter untuk mencari kapal yang hilang.

Sponsored

Setelah menerima informasi dari penjaga pantai Jepang, sebuah kapal patroli CGA menemukan sebuah kapal penangkap ikan terbalik dan mengambang di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai sekitar pukul 07.00 pada Rabu.

Meskipun kapal patroli tidak dapat mengonfirmasi apakah kapal terbalik itu adalah Chuan Yi Tsai No. 1, karena visibilitas yang buruk, namun sebuah jaket pelampung dengan nama kapal dalam karakter tradisional China ditemukan di tempat kejadian.

Kapal CGA harus meninggalkan tempat karena angin kencang dan laut yang bergejolak, seiring Topan Lekima yang mendekat.

"Misi pencarian dan penyelamatan akan dilanjutkan segera setelah cuaca memungkinkan," kata CGA seperti dilaporkan CNA. (Ant)