sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

73 anak tewas sejak kudeta militer di Myanmar

Beberapa anak ditembak saat bermain di dekat atau di dalam rumah mereka.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 27 Mei 2021 15:54 WIB
73 anak tewas sejak kudeta militer di Myanmar

Kementerian Hak Asasi Manusia Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) pada Rabu (26/5) menyatakan, setidaknya 73 anak dibunuh pasukan rezim di seluruh Myanmar sejak 15 Februari hingga 15 Mei 2021.

Beberapa anak ditembak saat bermain dekat atau di dalam rumahnya ketika tentara dan polisi menggerebek daerah permukiman sambil menembak secara acak. Yang lainnya tewas selama protes antikudeta.

Di antara korban tewas adalah Khin Myo Chit (6), yang ditembak mati saat duduk ketakutan di pangkuan ayahnya ketika pasukan rezim masuk ke rumahnya. Lalu Aye Myat Thu (11) yang ditembak di kepala saat bermain di depan rumahnya dan Sai Wai Yan (13) yang ditembak di belakang kepala saat mencoba melarikan diri dari pasukan junta militer.

Menurut laporan NUG, wilayah Mandalay mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 26 kematian, sementara Yangon mencatat 13 anak tewas.

Kementerian mengatakan, anak-anak yang tewas dalam pertempuran yang masih berlangsung di Mindat, Kani, dan Demoso di Wilayah Sagaing belum dimasukkan dalam daftarnya. Sementara itu, anak-anak yang terbunuh oleh serangan artileri junta juga tidak didokumentasikan dalam daftar.

Anak-anak berada di antara mereka yang terbunuh dan terluka oleh serangan udara rezim di daerah etnis, di mana pejuang perlawanan sipil mempertahankan diri dari serangan dan tindakan keras junta.

Dalam insiden terbaru, Aung De (13) tewas setelah rumahnya dihantam peluru artileri pada awal pekan ini di Momauk, Negara Bagian Kachin. Penduduk setempat mengatakan, peluru itu ditembakkan pasukan junta dan beberapa rumah juga hancur akibatnya.

Seorang anak berusia 10 tahun juga tewas dalam ledakan bom di Tedim, Negara Bagian Chin utara, yang juga melukai seorang anak berusia enam dan 10 tahun.

Sponsored

Sejak kudeta militer pada 1 Februari, setidaknya 827 orang telah dibunuh oleh otoritas keamanan nasional. (The Irrawaddy)

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya