logo alinea.id logo alinea.id

Ada 6 WNI di lokasi penembakan di Selandia Baru

Penembakan terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Jumlah korban belum dirilis.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 15 Mar 2019 12:34 WIB
Ada 6 WNI di lokasi penembakan di Selandia Baru

Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras aksi penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Tragedi itu terjadi pada pukul 13.40 waktu setempat. 

Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Alinea.id, Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir atau yang akrab disapa Tata menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden penembakan tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya membenarkan informasi bahwa terdapat enam WNI yang berada di sekitar Masjid Al Noor pada saat penembakan terjadi.

"Ya benar, itu informasi dari WNI yang ada di masjid pada saat penembakan. Tiga berhasil menyelamatkan diri dan saat ini masih bersembunyi di rumah warga. Belum ada kabar mengenai adanya korban WNI," kata Tantowi kepada Alinea.id.

Tata menyatakan bahwa KBRI Wellington telah mengirimkan tim ke Christchurch untuk berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia setempat.

Terdapat 331 WNI yang menetap di Christchurch, 134 di antaranya merupakan mahasiswa. 

"Pemerintah dan rakyat Indonesia mengimbau agar WNI di Selandia Baru tetap waspada dan berhati-hati," kata Tata.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.

Sponsored

Sementara itu, Komisioner Polisi Mike Bush merilis larangan untuk datang ke masjid dalam kondisi apapun. "Tutup pintu Anda sampai Anda mendengar informasi lanjutan dari kami."

Empat orang ditahan

Dalam konferensi pers yang digelar tidak lama setelah penembakan terjadi, Bush mengonfirmasi bahwa empat orang telah ditahan. Mereka terdiri dari tiga pria dan satu wanita.

Meski tidak menyebutnya sebagai serangan teroris, Bush mengatakan bahwa polisi menganggap aksi penembakan ini sangat serius.

Selain itu, Bush menuturkan polisi telah menemukan dan menjinakkan sejumlah improvise explosive device (IED) yang melekat di sejumlah mobil.

"Ini memperlihatkan betapa seriusnya keadaan yang sedang terjadi," kata Bush.

Polisi belum mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam serangan itu. Dalam konferensi persnya, PM Jacinda Ardern menyebut hari di mana aksi penembakan terjadi sebagai salah satu hari paling kelam bagi Selandia Baru.

Menurut Komisi Tinggi Malaysia di Selandia Baru, seorang warga mereka termasuk di antara mereka yang terluka saat penembakan terjadi.

"Sejauh ini, satu warga Malaysia dipastikan cedera dan sedang menerima perawatan di rumah sakit," kata komisi itu di Twitter.

Pihak berwenang telah menyudahi penutupan sekolah, tetapi mereka mengimbau agar penduduk sekitar tetap berada di dalam rumah masing-masing.