logo alinea.id logo alinea.id

Akhiri KTT ke-34, ASEAN sepakat lawan proteksionisme perdagangan

KTT ke-34 ASEAN di Thailand berhasil mengesahkan 18 dokumen, satu di antaranya merupakan capaian besar bagi Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 24 Jun 2019 10:11 WIB
Akhiri KTT ke-34, ASEAN sepakat lawan proteksionisme perdagangan

Mengakhiri KTT ke-34 ASEAN pada Minggu (23/6) di Bangkok, Thailand, para negara anggota sepakat untuk memerangi proteksionisme perdagangan dan mendukung pemeliharaan sistem perdagangan multilateral.

Kekhawatiran atas situasi ekonomi mendominasi pertemuan tersebut karena 10 negara anggota menyatakan bahwa mereka merasakan dampak dari perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China.

"Kami khawatir atas pasang surutnya sentimen proteksionisme dan anti-globalisasi yang terus mengganggu ekonomi global dan mengancam sistem perdagangan multilateral," jelas pernyataan final KTT ke-34 ASEAN.

Pernyataan itu menuturkan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), ada kebutuhan untuk melestarikan dan memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa perdagangan.

Lebih lanjut, 10 negara anggota ASEAN menegaskan kembali komitmen kuat untuk menegakkan sistem perdagangan multilateral yang inklusif, transparan, dan berdasarkan aturan yang ada.

Negara anggota ASEAN juga mencatat adanya upaya yang sedang dilakukan untuk mereformasi dan memodernisasi WTO, mereka menegaskan kembali dukungan penuh ASEAN atas upaya itu.

ASEAN mengakui bahwa ekonomi global sedang berada di titik yang penting dengan meningkatnya jumlah ketidakpastian dan tantangan.

"Dalam hal ini, kami menegaskan kembali komitmen kuat untuk menyelesaikan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2019 guna menghidupkan kembali perdagangan internasional dan menjaga kredibilitas dan sentralitas ASEAN," kata pernyataan itu.

Sponsored

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha mendesak negara-negara ASEAN untuk menyelesaikan negosiasi RCEP pada tahun ini.

"Hal itu akan membantu ASEAN menangani perubahan dan ketidakpastian yang akan terjadi di kawasan ke depan, khususnya dampak ketegangan perdagangan antara mitra dagang penting ASEAN," tuturnya.

RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas yang diusulkan antara negara anggota ASEAN dan enam mitra Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) mereka yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India.

Perjanjian yang diluncurkan pada 2012 itu diharapkan akan menjadi salah satu blok perdagangan terbesar di dunia, mencakup 45% dari populasi dunia, 40% dari perdagangan global dan sekitar sepertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

Pada Sabtu (22/6), Presiden RI Joko Widodo menegaskan posisi Indonesia yang terus mendorong agar negara anggota ASEAN berkomitmen menyelesaikan negosiasi RCEP.

"Tentu komitmen ini memerlukan dukungan dari kalangan swasta ASEAN, termasuk dari ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC)," tutur Presiden Jokowi seperti dikutip dari rilis di situs resmi presiden.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares menyampaikan bahwa KTT kali ini berhasil mengesahkan 18 dokumen, satu di antaranya merupakan capaian besar bagi Indonesia.

"Capaian pertama yaitu disahkannya ASEAN Outlook on the Indo-Pacific," jelas Jose kepada Alinea.id pada Senin (24/6).

Dikutip dari pernyataan final KTT ke-34, ASEAN menegaskan kembali sentralitas, inklusivitas, saling melengkapi, dan komitmen untuk memajukan keterlibatan ekonomi di kawasan sebagai prinsip utama ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

"Mekanisme yang dipimpin ASEAN dapat berfungsi sebagai platform untuk dialog dan implementasi kerja sama Indo-Pasifik," jelas pernyataan tersebut.

ASEAN mendorong mitra eksternal untuk mendukung dan melakukan kerja sama di sejumlah bidang utama sebagai kontribusi mereka untuk menjaga perdamaian, kebebasan dan kemakmuran di Asia Tenggara.

Secara khusus, ASEAN mengapresiasi usaha Indonesia dalam penyelesaian outlook tersebut.

"Kami memuji upaya yang dilakukan oleh semua negara anggota ASEAN, khususnya Indonesia, dalam menyelesaikan outlook yang mewujudkan kesatuan, sentralitas, dan kepemimpinan ASEAN dalam arsitektur regional," ungkap pernyataan itu.

Selain itu, inisiatif lainnya yang menjadi prestasi Indonesia dalam KTT ke-34 ASEAN adalah tercapainya komitmen untuk membantu repatriasi pengungsi Rakhine State.

"Indonesia mendorong kebersamaan ASEAN untuk menindaklanjuti Preliminary Needs Assessment (PNA) oleh ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (ASEAN-AHA Centre) untuk memfasilitasi repatriasi pengungsi kembali ke Rakhine State," lanjut Jose.

ASEAN sepakat untuk meningkatkan koordinasi dengan ASEAN-AHA Centre dan berfokus pada pengembangan kapasitas, penyebaran informasi dan dukungan untuk penyediaan layanan dasar di Rakhine State, serta membantu mencukupi sumber daya untuk kelancaran repatriasi.