logo alinea.id logo alinea.id

Akhirnya, Iran izinkan wanita nonton sepak bola di stadion

Larangan keberadaan perempuan di stadion tidak tertulis dalam UU atau peraturan apa pun, tetapi telah ditegakkan dengan ketat.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 09 Okt 2019 15:21 WIB
Akhirnya, Iran izinkan wanita nonton sepak bola di stadion

Perempuan Iran dapat memasuki stadion sepak bola pada Kamis (10/10), untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Itu dimungkinkan setelah FIFA mengancam akan menangguhkan Iran atas kebijakan kontroversialnya yang melarang wanita menonton sepak bola. 

Iran telah melarang penonton wanita memasuki stadion sepak bola dan lainnya sekitar 40 tahun, dengan ulama berpendapat mereka harus dilindungi dari atmosfer maskulin.

Badan pengelola sepak bola dunia bulan lalu mendesak Iran untuk mengizinkan perempuan mengakses stadion tanpa batasan dan dalam jumlah yang ditentukan oleh permintaan tiket. Desakan itu muncul setelah seorang suporter sepak bola yang dijuluki "Blue Girl" meninggal usai membakar diri.

Aksi bakar diri dilakukannya karena takut dipenjara setelah dia berpakaian seperti laki-laki demi menghadiri pertandingan.

Dengan pengumuman ini, para wanita dilaporkan langsung membeli tiket untuk menghadiri pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Iran versus Kamboja di Stadion Azadi, Teheran. Batch pertama terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam dan kursi tambahan juga ludes dalam waktu singkat.

Seorang pejabat Kementerian Olahraga Iran menuturkan bahwa Stadion Azadi yang berkapasitas 100.000 siap untuk menampung lebih banyak wanita.

Salah satu dari 3.500 wanita yang mendapat tiket adalah Raha Poorbakhsh, seorang jurnalis sepak bola. 

"Saya masih tidak percaya ini akan terjadi karena setelah bertahun-tahun bekerja di bidang ini, menonton semuanya di televisi, sekarang saya bisa menyaksikannya secara langsung," ujar dia kepada AFP.

Sponsored

Menurut kantor berita Fars, para suporter wanita akan dipisahkan dari suporter pria dan diawasi oleh 150 petugas polisi wanita.

Kabar ini disambut gembira oleh berbagai pihak. 

"Saya ingin ada kebebasan bagi perempuan, seperti halnya laki-laki, pergi dengan bebas atau bahkan duduk berdampingan tanpa batasan. Seperti di negara lain," ujar seorang perempuan yang menyebut namanya Hasti.

Larangan keberadaan perempuan di stadion tidak tertulis dalam UU atau peraturan apa pun, tetapi telah ditegakkan dengan ketat.

Sejak Revolusi Islam 1979, wanita memiliki akses langka ke stadion. Sekitar 20 perempuan Irlandia menghadiri kualifikasi Piala Dunia pada 2001, dan empat tahun kemudian, sejumlah wanita diizinkan menonton tim nasional Iran melawan Bahrain.

Pada Oktober, 100 perempuan Iran dibolehkan memasuki Azadi untuk menyaksikan pertandingan persahabatan melawan Bolivia. Tetapi sehari setelahnya, jaksa penuntut umum memperingatkan tidak akan ada pengulangan. Dia juga mengatakan bahwa tindakan itu mengarah pada dosa.

Sumber : The Guardian

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB