sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Aktivis perempuan Arab Saudi menolak bebas dengan kesepakatan

Loujain ditangkap pada Mei 2018 sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kritikus pemerintah.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 15 Agst 2019 11:31 WIB
Aktivis perempuan Arab Saudi menolak bebas dengan kesepakatan

Aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi yang dipenjara, Loujain al-Hathloul, telah menolak perjanjian yang akan memberikan kebebasannya sebagai imbalan karena menyangkal bahwa dia menjadi sasaran penyiksaan. Demikian menurut keluarganya.

Menurut saudaranya pada Selasa (14/8), Loujain, yang ditangkap pada Mei 2018 sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kritikus pemerintah, awalnya setuju untuk menandatangani dokumen yang menyangkal penyiksaan.

Namun, ketika pejabat keamanan Arab Saudi meminta dia membuat pernyataan di depan kamera, perempuan itu menolaknya.

"Ketika petugas keamanan negara memintanya untuk menandatangani dokumen untuk rilis video, dia segera merobek dokumen itu," tulis Walid al-Hathloul, saudara Loujain.

"Dia mengatakan kepada mereka, 'dengan meminta saya menandatangani dokumen ini Anda terlibat dalam menutup-nutupi dan Anda berusaha membela Saud Al-Qahtani yang mengawasi penyiksaan'."

Para aktivis menuduh Qahtani, mantan penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, terlibat dalam penyiksaan.

Qahtani dicopot dari jabatannya setelah dia terlibat dalam pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi pada Oktober 2018.

Melalui serangkaian twit dan wawancara media dalam beberapa bulan terakhir, saudara kandung Loujain telah merinci dugaan penyiksaan yang dialami oleh aktivis terkemuka hak-hak wanita tersebut.

Sponsored

"Setiap kali Loujain berbicara tentang sesi penyiksaan kepada orang tua saya, tangannya bergetar tidak terkendali. Saya khawatir rasa sakit akan tetap bersamanya selamanya," tulis Walid al-Hathloul dalam kolom opini CNN pada Januari.

"Adik perempuan saya sendiri mengatakan dia dicambuk, dipukul, disetrum dan dilecehkan secara rutin," tulisnya. "Dia menceritakan bahwa kadang-kadang ada pria bertopeng yang membangunkannya di tengah malam untuk meneriakkan ancaman yang tidak pernah terbayangkan."

Dakwaan yang dimuat dalam enam halaman menyebutkan Loujain melakukan aktivisme terhadap UU perwalian. Selain itu, Loujain juga disebut menjalin kontak dengan jurnalis dan diplomat asing.

Lamaran kerja Loujain ke PBB dijadikan bukti untuk melawannya.

Sementara itu, sejumlah pembela hak-hak perempuan yang dipenjara, termasuk aktivis Aziza al-Yousef, telah dibebaskan sementara.

Dalam sesi pengadilan pada Maret, Aziza menangis ketika dia mengisahkan tentang pelecehan fisik dan seksual yang dia sebut telah dia alami dalam penjara.

Riyadh telah membantah tuduhan penyiksaan menyusul munculnya laporan awal HRW yang menuduh penganiayaan fisik dan seksual terjadi terhadap Loujain dan aktivis perempuan lainnya yang ditahan pada November.

Sumber : CNN

Perang bisnis startup di warung kelontong

Perang bisnis startup di warung kelontong

Selasa, 10 Des 2019 20:34 WIB
Mengantisipasi bahaya kelangkaan stok BBM

Mengantisipasi bahaya kelangkaan stok BBM

Jumat, 06 Des 2019 17:50 WIB