sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Antisemitisme meningkat, Yahudi di Jerman diperingatkan tak pakai kippah

Menurut data kementerian dalam negeri, kejahatan antisemitisme di Jerman meningkat 20% tahun lalu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 26 Mei 2019 08:31 WIB
Antisemitisme meningkat, Yahudi di Jerman diperingatkan tak pakai kippah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Komisioner pemerintah Jerman tentang antisemitisme telah memperingatkan orang-orang Yahudi tentang potensi bahaya memakai kippah, topi yang dikenakan pria Yahudi. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya serangan anti-Yahudi.

"Saya tidak menyarankan orang-orang Yahudi untuk memakai kippah sepanjang waktu di mana saja di Jerman," kata Felix Klein dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Sabtu oleh kelompok pers regional Funke.

Klein, yang menjabat sejak tahun lalu mengutip dicabutnya kekangan dan ketidaksadaran yang meningkat di masyarakat sebagai faktor di balik meningkatnya insiden antisemitisme.

"Internet dan media sosial berkontribusi besar dalam hal ini, begitu pula dengan serangan terus menerus terhadap culture of remembrance kita," ujar Klein.

Culture of remembrance adalah interaksi individu atau masyarakat dengan masa lalu dan sejarah mereka.

Klein menyarankan polisi, guru dan para pengacara agar lebih terlatih untuk mengenali apa perilaku yang didefinisikan dengan jelas sebagai perilaku yang tidak dapat diterima serta apa yang diizinkan dan apa yang tidak.

Pernyataan Klein datang hanya beberapa pekan setelah pakar hukum antisemitisme terkemuka Berlin mengungkapkan bahwa isu antisemitisme tetap mengakar di masyarakat Jerman.

"Antisemitisme selalu ada di sini. Tapi saya rasa baru-baru ini, kembali menjadi lebih keras, lebih agresif dan mencolok," tutur Claudia Vanoni.

Sponsored

Vanoni pun mengatakan proliferasi platform online yang memungkinkan orang untuk mengekspresikan pandangan ekstremis tanpa hambatan saat bersembunyi di balik layar telah mendorong peningkatan kasus.

Menurut data kementerian dalam negeri, tahun lalu, kejahatan antisemitisme di Jerman meningkat 20%. Kelompok ekstrem kanan disebut bertanggung jawab atas sembilan dari 10 kasus yang terjadi.

Menteri Kehakiman Katarina Barley mengatakan kepada surat kabar Handelsblatt bahwa peningkatan kasus antisemitisme memalukan bagi Jerman. Dia menambahkan bahwa polisi waspada.

Kehadiran partai kanan-jauh, AfD, di parlemen, yang para pemimpinnya secara terbuka mempertanyakan budaya perdamaian Jerman atas kekejaman perang dunia kedua, juga berkontribusi pada perubahan suasana, sebagaimana pula kedatangan lebih dari satu juta pencari suaka yang mayoritas dari negara-negara muslim seperti Suriah, Afghanistan atau Irak.

Klein mengatakan bahwa sementara sayap kanan adalah penyebab sebagian besar kejahatan antisemitisme, tampak jelas bahwa beberapa muslim juga dipengaruhi oleh menonton saluran televisi tertentu yang mentransmisikan citra mengerikan Israel dan Yahudi.

Sumber : The Guardian

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya