sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi cabut aturan pemisahan gender di restoran

Tidak ada pengumuman perubahan aturan segregasi gender terkait fasilitas publik lainnya seperti di sekolah negeri dan rumah sakit.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 09 Des 2019 13:02 WIB
Arab Saudi cabut aturan pemisahan gender di restoran

Pada Minggu (8/12), pihak berwenang Arab Saudi mengumumkan bahwa restoran-restoran di negara itu tidak perlu lagi memisahkan pintu masuk dan area duduk berdasarkan jenis kelamin.

Sebelumnya, Arab Saudi mengharuskan seluruh restoran memiliki pintu masuk dan area duduk terpisah antara wanita dan pria. Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan mengumumkan di Twitter bahwa aturan tersebut telah secara resmi dicabut.

Restoran dan kafe di negara itu, termasuk Starbucks, menempatkan perempuan yang bepergian sendiri atau disertai saudara laki-laki mereka dalam area duduk "keluarga". Sementara itu, laki-laki ditempatkan di area "single".

Perempuan bahkan tidak diizinkan masuk ke sejumlah restoran atau kafe kecil yang tidak memiliki partisi untuk memisahkan pria dan wanita.

Selama ini, Arab Saudi memberlakukan aturan sosial yang ketat di mana laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan darah umumnya ditempatkan di lokasi terpisah di fasilitas publik.

Dalam upaya mereformasi ekonomi, sosial, dan budaya, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman atau yang kerap disapa MBS, telah menghapuskan sejumlah aturan sosial termasuk larangan wanita untuk mengemudi serta menonton pertandingan olahraga dan konser.

Segregasi gender telah mereda dalam setahun terakhir karena restoran, kafe, pusat konferensi, dan tempat-tempat konser secara perlahan berhenti memberlakukannya secara ketat.

Seorang juru bicara Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan menyebut, pencabutan aturan pemisahan pintu masuk dan area duduk itu tidak wajib, artinya restoran tetap dapat memilih untuk memberlakukannya.

Sponsored

Tidak ada pengumuman perubahan aturan segregasi gender terkait fasilitas publik lainnya seperti di sekolah negeri dan rumah sakit.

Arab Saudi juga telah meninggalkan sistem perwalian yang mengharuskan perempuan mendapatkan persetujuan dari kerabat laki-laki atas keputusan-keputusan penting.

Keterbukaan sosial di negara Timur Tengah itu disertai dengan langkah pemerintah yang menindak keras perbedaan pendapat dengan menangkap sejumlah ulama dan aktivis.

MBS adalah pewaris takhta Arab Saudi dan kini berstatus sebagai penguasa de facto. Ketika nantinya dia menggantikan ayahnya, Raja Salman, dia akan menjadi raja pertama dari generasi baru setelah sejak 1953 suksesi takhta dilakukan oleh enam saudara laki-laki bukan ayah-anak.

Reputasi MBS di Barat sebagai sosok yang membawa reformasi ternoda setelah kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, dibunuh oleh agen-agen Arab Saudi di konsulat di Istanbul pada 2018. (Reuters dan VOA)

Berita Lainnya