logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi izinkan perempuan bepergian tanpa izin wali

Di bawah aturan baru yang diumumkan pada Jumat (2/8), wanita di atas usia 21 tahun dapat mengajukan paspor tanpa izin dari wali pria. 

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 02 Agst 2019 10:06 WIB
Arab Saudi izinkan perempuan bepergian tanpa izin wali

Kaum hawa di Arab Saudi sekarang dapat bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan dari wali pria. Demikian dekret kerajaan.

Di bawah aturan baru yang diumumkan pada Jumat (2/8), wanita di atas usia 21 tahun dapat mengajukan paspor tanpa izin dari wali pria. 

Itu menandai bahwa seluruh orang dewasa sekarang dapat mengajukan paspor dan bepergian, menempatkan wanita pada posisi yang setara dengan pria.

Dekret kerajaan juga memberikan perempuan hak untuk mendaftarkan kelahiran anak, perkawinan atau perceraian. Selain itu, mencakup pula peraturan ketenagakerjaan yang memperluas kesempatan kerja bagi perempuan.

Di bawah dekret tersebut, seluruh warga negara memiliki hak untuk bekerja tanpa menghadapi diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, kondisi fisik atau usia.

Hingga kemarin, perempuan Arab Saudi harus meminta izin dari wali laki-laki, yaitu suami, ayah atau saudara laki-laki, untuk mendapatkan paspor atau bepergian ke luar negeri.

Pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), telah mencetus gagasan pelonggaran pembatasan bagi wanita sebagai bagian dari dorongan bagi negaranya untuk membuka diri.

Pada 2016, MBS mengumumkan rencana untuk mengubah wajah perekonomian Arab Saudi pada 2030 dengan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja menjadi 30% dari 22%.

Sponsored

Meski demikian, terdapat beberapa kasus perempuan berprofil tinggi yang mencari suaka di sejumlah negara, termasuk Kanada. Alasan mereka adalah penindasan gender.

Pada Januari, Kanada memberikan suaka bagi Rahaf Mohammed al-Qunun (18). Dia melarikan diri dari keluarganya dan sempat tertahan di Thailand dalam perjalanannya menuju Australia. 

Dari sebuah kamar hotel di Thailand, Rahaf mencuri perhatian dunia, karena permohonannya untuk mendapat suaka. Rahaf berlabuh di Kanada setelah negara pimpinan Justin Trudeau itu menawarkannya suaka.

Kelompok-kelompok HAM internasional kerap mengklaim bahwa perempuan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua di Arab Saudi.

Sumber : BBC