sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS akan mempersulit pekerja asing mendapatkan visa

Pekerja asing tidak akan menggantikan orang Amerika di pekerjaan dan wilayah geografis yang sama.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 22 Sep 2020 10:03 WIB
AS akan mempersulit pekerja asing mendapatkan visa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Pejabat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempercepat rencana memperketat proses mempekerjakan pekerja asing untuk perusahaan di AS menjadi sebelum akhir tahun. Perubahan yang menurut para pejabatnya akan mempertahankan pekerjaan untuk orang Amerika, di tengah pengangguran yang tinggi dan secara politik sulit untuk dibatalkan.

Dengan hanya beberapa minggu sebelum pemilihan 3 November, kantor anggaran Gedung Putih sedang meninjau regulasi dan akan mempersempit definisi "pekerjaan khusus" yang memenuhi syarat untuk visa pekerja terampil di bawah program H-1B.

Regulasi kedua akan menaikkan gaji yang harus dibayar oleh pemberi kerja untuk menunjukkan bahwa pekerja asing tidak akan menggantikan orang Amerika di pekerjaan dan wilayah geografis yang sama.

Trump menghadapi pemilihan ulang pada 3 November dan telah menjadikan imigrasi sebagai fokus kampanyenya melawan penantang Demokrat Joe Biden. Langkah-langkah tersebut—bersama dengan peraturan yang direncanakan untuk membatasi visa bagi mahasiswa dan jurnalis internasional—bisa menjadi beberapa langkah imigrasi terakhir Trump sebelum pemilu.

Trump mengeluarkan proklamasi besar-besaran pada Juni ntuk memblokir masuknya banyak pekerja asing sementara. Dia mengatakan perlu mempertahankan pekerjaan bagi orang Amerika.

Kendati begitu Chamber of Commerce AS, sebuah asosiasi bisnis terbesar di negara itu, menggugat pemerintah atas larangan itu dan mengatakan peraturan yang direncanakan dapat menciptakan rintangan yang tidak perlu bagi pemberi kerja.

“Perusahaan di berbagai industri sangat prihatin tentang potensi gangguan yang akan ditimbulkan oleh proposal ini pada operasi mereka,” kata direktur eksekutif kebijakan imigrasi Chamber of Commerce AS Jon Baselice, dalam sebuah pernyataan.

Sementara Sekretaris Perburuhan Eugene Scalia mengatakan kepada Reuters, bahwa departemennya berencana menaikkan persyaratan upah H-1B sehubungan dengan proklamasi Trump pada Juni.

Sponsored

“Sudah lama ada kekhawatiran bahwa upah di mana pekerja H-1B diizinkan untuk dibawa ke negara itu terlalu rendah dan memotong gaji pekerja AS,” kata Scalia dalam sebuah wawancara. “Itu tidak dapat diterima, tetapi sama sekali tidak dapat ditoleransi ketika ada jutaan orang Amerika yang masih menganggur karena pandemi,” ucap dia.

Sedangkan Direktur penelitian hukum dan kebijakan imigrasi di Institut Kebijakan Ekonomi, Daniel Costa, mengatakan, jika pemerintah benar-benar memprioritaskan dan peduli tentang kebijakan baru ini, mereka akan melakukannya berbulan-bulan lalu bahkan bertahun-tahun lalu.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya