sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS akan sumbangkan 500 juta dosis vaksin Pfizer bagi negara miskin

Hal itu disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters pada Rabu (9/6).

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 10 Jun 2021 16:09 WIB
AS akan sumbangkan 500 juta dosis vaksin Pfizer bagi negara miskin

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana menyumbangkan 500 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Pfizer ke hampir 100 negara selama dua tahun ke depan. Hal itu disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters pada Rabu (9/6).

Para sumber tersebut menyatakan, AS kemungkinan akan mendistribusikan 200 juta dosis vaksin pada 2021 dan 300 juta lagi pada paruh pertama 2022 ke 92 negara berpenghasilan rendah dan negara-negara Afrika.

Donasi akan dilakukan melalui program vaksin COVAX Facility yang mendistribusikan suntikan Covid-19 ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Program ini dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Presiden Biden dilaporkan akan mengumumkan kesepakatan tersebut dalam pertemuan G7 di Inggris pada Kamis (10/6). Kesepakatan itu dinegosiasikan selama empat minggu terakhir oleh koordinator respons Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients dan tim gugus tugas Covid-19.

CNBC melaporkan pada Rabu bahwa AS juga berbicara dengan Moderna tentang potensi pembelian vaksinnya untuk disumbangkan ke negara lain.

Seorang juru bicara Moderna mengatakan, perusahaan tersebut tertarik untuk memberikan suntikan Covid-19 kepada Pemerintah AS untuk diberikan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Presiden Biden mengatakan kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One untuk bertolak ke Inggris bahwa dia memiliki strategi vaksin global dan akan mengumumkannya tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Gedung Putih berada di bawah tekanan yang meningkat untuk meningkatkan sumbangan vaksin Covid-19 ke negara lain.

Sponsored

AS telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin bagi sekitar 64% dari populasi orang dewasa dan telah mulai memvaksinasi remaja, sementara negara-negara lain seperti Brasil dan India sedang berjuang untuk mendapatkan dosis yang sangat dibutuhkan.

"Tindakan ini mengirimkan pesan yang sangat kuat tentang komitmen AS untuk membantu dunia memerangi pandemik," kata Tom Hart, penjabat kepala eksekutif The ONE Campaign, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan penyakit yang dapat dicegah pada 2030.

Pemerintah dinilai juga akan menggunakan pasokan vaksin AS sebagai alat untuk melawan diplomasi vaksin China dan Rusia.

Pemerintahan Biden mengatakan, mereka akan membagikan 80 juta dosis vaksin di seluruh dunia pada akhir Juni. Gedung Putih awal tahun ini juga menjanjikan US$4 miliar kepada COVAX dan mendesak negara-negara lain untuk meningkatkan donasi mereka.

Pfizer mengatakan, mereka berharap untuk menghasilkan sebanyak tiga miliar vaksin Covid-19 pada 2021 dan lebih dari empat miliar pada 2022.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya