sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS beri peringatan pada komandan baru Pasukan Quds Iran

Sesaat setelah Qassem Soleimani tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS, Iran menunjuk Esmail Qaani sebagai penggantinya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 24 Jan 2020 08:03 WIB
AS beri peringatan pada komandan baru Pasukan Quds Iran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Perwakilan khusus Amerika Serikat untuk Iran mengatakan bahwa pengganti Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS, akan mengalami nasib serupa pendahulunya jika dia menempuh jalan yang sama dengan membunuh warga AS.

Washington menyalahkan Soleimani atas serangan yang dilancarkan kelompok-kelompok militan yang didukung Iran di kawasan. Pemogokan yang menewaskan Soleimani terjadi pada 3 Januari 2020, saat sang jenderal tengah berada di Baghdad, Irak.

"Jika (Esmail) Qaani mengikuti jalan yang sama dengan membunuh warga AS maka dia akan mendapati nasib serupa," kata Brian Hook kepada harian berbahasa Arab Asharq al-Awsat.

Hook yang diwawancara di Davos menambahkan, Presiden Donald Trump telah lama menegaskan bahwa setiap serangan terhadap warga AS atau kepentingan AS akan direspons dengan tegas.

"Ini bukan ancaman baru. Presiden Trump selalu mengatakan bahwa dia akan merespons dengan tegas demi melindungi kepentingan AS. Menurut saya rezim Iran memahami sekarang bahwa mereka tidak dapat menyerang AS dan lolos begitu saja," ujar Hook.

Iran merespons pembunuhan Soleimani, yang disebut ujung tombak perluasan pengaruh Teheran di Timur Tengah, dengan meluncurkan serangan rudal terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS pada 8 Januari. Tidak ada tentara AS yang tewas dalam peristiwa itu.

Pascakematian Soleimani, Teheran dengan cepat menujuk Esmail Qaani sebagai komandan Pasukan Quds, unit elite Garda Revolusi yang menangani operasi klandestin. Komandan baru itu telah berjanji untuk melanjutkan perjuangan Soleimani.

Qaani menegaskan bahwa tujuannya adalah mengusir pasukan AS keluar dari kawasan, sebuah kebijakan lama Iran.

Sponsored

Ketegangan antara Washington dan Teheran memasuki babak baru setelah Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) pada 2018. Trump kemudian menerapkan sanksi yang mencekik ekonomi Iran.

Gejolak militer teranyar antara kedua belah pihak dimulai pada Desember, ketika roket yang menghantam pangkalan AS di Irak menewaskan seorang kontraktor AS. Washington menunjuk militan pro-Iran sebagai dalang serangan tersebut dan melancarkan pemogokan yang menewaskan sedikitnya 25 anggota kelompok militan di Irak.

Demonstrasi pun bergulir di Kedubes AS di Baghdad, membuat kompleks perwakilan AS itu terkepung selama dua hari. Tidak lama, serangan yang menewaskan Soleimani terjadi.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya