sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS beri sanksi bagi 9 orang dekat pemimpin tertinggi Iran

Sanksi dijatuhkan bersamaan dengan peringatan 40 tahun penyerbuan Kedubes AS di Teheran.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 05 Nov 2019 10:06 WIB
AS beri sanksi bagi 9 orang dekat pemimpin tertinggi Iran

Amerika Serikat pada Senin (4/11) menjatuhkan sanksi pada sembilan orang yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Bersamaan dengan peringatan 40 tahun penyerbuan Kedutaan besar AS di Teheran, Kementerian Keuangan AS mengatakan bahwa mereka juga memasukkan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dalam daftar hitam.

"Hari ini Kementerian Keuangan menargetkan para pejabat yang tidak dipilih yang mengelilingi pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang tidak stabilnya," ungkap Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam pernyataannya.

Mereka yang menjadi sasaran sanksi AS termasuk kepala staf Khamenei, Mohammad Mohammadi Golpayegani, serta Vahid Haghanian, yang menurut Kementerian Keuangan AS merupakan tangan kanan Khamenei.

"Ebrahim Raisi, yang ditunjuk Khamenei pada Maret 2019 untuk memimpin pengadilan Iran dan Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei, juga dikenai sanksi," kata Kementerian Keuangan AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi seperti dilansir kantor berita IRNA menyebut, sanksi itu sebagai tanda keputusasaan dan ketidakmampuan rezim AS dalam mengambil manfaat dari pendekatan diplomatik dan logis untuk masalah-masalah internasional yang penting. 

Teheran dan Washington telah berselisih sejak lebih dari 50 warga AS disandera di kedutaan selama 444 hari. Ketegangan melonjak tahun lalu setelah Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi untuk mencekik ekspor minyak dan mengisolasi ekonomi Negeri Para Mullah.

Seorang pejabat senior AS menuturkan bahwa sanksi tersebut dirancang untuk memberikan batasan lebih banyak pada lingkaran dalam Khamenei.

Sponsored

"Tindakan kami secara khusus difokuskan pada penargetan lebih lanjut aset keuangan lingkaran dalam pemimpin tertinggi baik penasihat militer maupun kebijakan luar negeri," kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

Sanksi AS memblokir properti atau kepentingan yang dikendalikan oleh AS yang dimiliki oleh mereka yang ditargetkan, dan melarang siapa pun atau entitas apa pun di AS untuk berurusan dengan yang terkena sanksi.

Sementara memperketat jerat sanksi, Trump telah mencoba untuk membuka pintu menuju diplomasi dan mengisyaratkan kesediaan untuk bertemu dengan para pemimpin Iran.

Secara terpisah pada Senin, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan hadiah baru hingga US$20 juta untuk informasi yang mengarah ke lokasi, penemuan dan pengembalian Robert Levinson, mantan agen FBI yang terakhir terlihat di Iran.

"Pemerintahan Trump telah memperjelas bahwa rezim di Iran harus membebaskan semua warga AS yang hilang dan ditahan secara salah," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. "Kami tidak akan berhenti sampai mereka dipersatukan kembali dengan keluarga mereka."

Sumber : Reuters