logo alinea.id logo alinea.id

AS-China perpanjang waktu perundingan perdagangan

Semula perundingan antara AS dan China yang berlangsung di Beijing hanya dijadwalkan sampai Selasa (8/1).

Khairisa Ferida
| Khairisa Ferida Rabu, 09 Jan 2019 09:53 WIB
AS-China perpanjang waktu perundingan perdagangan

Negosiator Amerika Serikat dan China yang tengah bertemu di Beijing sejak Senin (7/1), sepakat untuk memperpanjang waktu perundingan perdagangan hingga Rabu (9/1). Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara kantor Perwakilan Dagang AS.

Fakta itu dinilai menunjukkan pertanda baru bahwa diskusi bergerak ke arah positif. Tatap muka perunding AS dan China tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak Donald Trump dan Presiden Xi Jinping bertemu pada Desember 2018 di sela-sela KTT G-20 di Argentina, di mana keduanya sepakat untuk memulai perundingan demi mengakhiri perang dagang. 

Sebelum akhirnya diperpanjang, Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa perundingan dengan AS hanya akan berlangsung selama dua hari. Adapun pemerintahan Trump tidak merincinya, hanya mengatakan bahwa pembicaraan antar kedua negara dimulai pada Senin lalu.

Sebuah sumber yang dekat dengan isu ini menyebutkan bahwa negosiator China dan AS membutuhkan lebih banyak waktu untuk membahas sejumlah isu yang menjadi bagian dari agenda perundingan.

Pada Selasa kemarin, China telah menyatakan akan menyetujui impor lima varietas baru tanaman rekayasa genetika. Itu merupakan sebuah langkah yang akan memungkinan lebih banyak petani AS untuk menjual lebih banyak benih biotek ke Tiongkok.

Keputusan tersebut termasuk yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh petani AS, termasuk jagung dan kedelai yang diproduksi oleh DowDupont dan BASF.

"Persetujuan benih itu adalah isu besar," tutur Craig Allen, presiden Dewan Bisnis AS-China. "Itu memungkinkan perusahaan benih, petani dan pedagang mendapat transparansi yang lebih besar. Semoga ini juga menyiratkan bahwa di masa mendatang, akan ada proses yang lebih mudah diprediksi."

Perundingan yang berlangsung pekan ini disebut-sebut telah mencapai kemajuan berkelanjutan pada pembelian tambahan China dan akses pasar yang lebih besar sebagai pembangun kepercayaan, namun menyampingkan isu yang lebih sulit.

Sponsored

"Tampaknya tidak ada perkelahian di antara kedua delegasi secara internal," ungkap sumber yang menggambarkan perundingan tersebut 'konstruktif'.

Para pejabat AS berencana untuk kembali ke Washington pada Rabu malam.

"Tidak ada jadwal penerbangan yang diubah. Tidak ada pemesanan hotel yang diperpanjang," ungkap sumber tersebut.

Untuk saat ini, masih belum jelas persis seberapa dalam negosiator mampu menyelami isu yang lebih sulit termasuk transfer teknologi paksa dan subsidi.

"Saya menduga ini akan menjadi isu diskusi ke depan karena negosiasi naik ke tingkat yang lebih tinggi," kata sumber yang sama.

Para pejabat AS dikabarkan akan menjamu negosiator perdagangan utama China yang juga Wakil Perdana Menteri Liu He di Washington pada akhir bulan ini.

Dalam pertemuan di Argentina, Trump dan Xi Jinping sepakat untuk menerapkan gencatan senjata atas perang dagang selama 90 hari, menunda kenaikan tarif dari 10% menjadi 25%.

Pada Desember lalu Trump memicu kegelisahan pasar dengan menuturkan bahwa dia siap untuk melanjutkan kenaikan tarif jika kesepakatan perdagangan tidak tercapai. Dia bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai 'Tariff Man'.

Namun, lewat twitnya pada Selasa pagi Trump mengabarkan bahwa perundingan dengan China berjalan dengan sangat baik.

Dalam beberapa minggu terakhir, kedua presiden telah mengirimkan sinyal yang menggembirakan tentang keinginan untuk menengahi suatu kesepakatan. Tetapi, yang masih belum jelas adalah parameter apa yang telah ditetapkan, jika ada, dalam mencapai kesepakatan dan apakah itu akan mencakup perubahan permanen oleh China pada apa yang dilihat AS sebagai reformasi struktural yang diperlukan.

Delegasi AS dalam perundingan di Beijing dipimpin oleh Wakil Perwakilan Dagang AS, Jeffrey D. Gerrish. Selain Gerrish, delegasi resmi juga mencakup David Malpass, wakil menteri Keuangan untuk urusan internasional, kepala negosiator pertanian USTR Gregg Doud, Wakil Menteri Pertanian untuk perdagangan dan pertanian luar negeri Ted McKinney, Wakil Menteri Perdagangan untuk perdagangan internasional Gilbert Kaplan dan asisten sekretaris Kementerian Energi untuk energi fosil Steven Winberg.

Sumber : CNN