logo alinea.id logo alinea.id

AS dan China mulai putaran baru negosiasi dagang

Negosiasi dagang China-AS terhenti sejak Mei. Menurut AS, pemicunya adalah China mundur dari komitmen yang telah dibuatnya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 10 Jul 2019 12:29 WIB
AS dan China mulai putaran baru negosiasi dagang

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyatakan bahwa para pejabat perdagangan Amerika Serikat dan China mengadakan pembicaraan konstruktif via telepon pada Selasa (9/7). Itu menandai putaran baru perundingan setelah dua raksasa ekonomi dunia itu sepakat melakukan gencatan senjata atas perang dagang.

Sebelumnya, seorang pejabat AS via surel menyebutkan bahwa Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Menteri Perdagangan China Zhong Shan sebagai upaya lebih lanjut untuk menyelesaikan sengketa perdagangan.

Sementara itu, Kudlow menambahkan bahwa kedua belah pihak membahas rencana untuk bertatap muka, tetapi dia memperingatkan bahwa tidak ada jaminan untuk mencapai kesepakatan.

"Tidak ada keajaiban di sini. Terdapat kemajuan pada musim dingin dan musim semi lalu, kemudian itu terhenti. Semoga kita bisa memulai di mana kita mengakhirinya, tapi saya tidak yakin," tutur Kudlow.

Negosiasi dagang AS-China terhenti pada Mei. Menurut para pejabat AS penyebabnya adalah China mundur dari komitmen yang telah dibuatnya untuk mengamankan perubahan hukum pada sistemnya.

Pernyataan Kudlow menunjukkan masih belum jelas apakah kedua belah pihak akan melanjutkan draf yang telah disetujui sebelumnya, seperti yang diinginkan AS, atau apakah mereka akan memulai dari titik baru.

"Tatap muka antara kedua tim negosiasi akan menjadi kabar baik dan mungkin terjadi di Beijing," jelas Kudlow tanpa menjelaskan lebih rinci. 

Kurang lebih satu tahun sudah sejak AS dan China melancarkan perang tarif. Washington, di bawah kepemimpinan Trump, menuding China menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil dan ilegal.

Sponsored

Gencatan senjata teranyar tercapai selama KTT G20 di Osaka, Jepang, bulan lalu sebagai langkah awal untuk memulai kembali negosiasi. Setelah bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Trump setuju untuk menunda putaran tarif baru produk China senilai US$300 miliar.

Trump kemudian mengatakan bahwa China akan kembali memulai pembelian komoditas pertanian AS secara besar-besaran. Di lain sisi, AS akan mengurangi sejumlah pembatasan ekspor pada raksasa telekomunikasi China, Huawei.

Tiga sumber yang akrab dengan situasi pembicaraan mengatakan, China tidak membuat komitmen tegas untuk pembelian segera komoditas pertanian AS.  (VOA)