logo alinea.id logo alinea.id

AS enggan bereaksi berlebihan atas peluncuran rudal Korut

Korea Utara mengancam akan meluncurkan lebih banyak rudal menyusul latihan militer yang dilakukan AS-Korea Selatan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 06 Agst 2019 19:08 WIB
AS enggan bereaksi berlebihan atas peluncuran rudal Korut

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper pada Selasa (6/8) mengatakan bahwa pihaknya tidak akan bereaksi berlebihan terhadap serangkaian peluncuran rudal oleh Korea Utara selama beberapa hari terakhir. Esper menuturkan akan tetap membuka pintu untuk berdialog dengan Pyongyang.

Korea Utara kembali menembakkan dua rudal pada hari ini. Uji coba itu merupakan yang keempat dalam waktu kurang dari dua pekan.

Peluncuran tersebut merupakan bentuk protes atas latihan militer gabungan Amerika Serikat-Korea Selatan yang berlangsung pada Senin (5/8) hingga Selasa (20/8).

"Kuncinya adalah menjaga pintu tetap terbuka untuk diplomasi ... Kami tidak akan bereaksi berlebihan terhadap hal ini, tetapi kami memantau mereka, kami mengawasi mereka dengan cermat dan kami menyadari apa yang terjadi," sebut Esper.

Menhan baru AS itu menambahkan bahwa rudal yang diluncurkan pada Selasa merupakan rudal balistik jarak pendek. Esper mengatakan akan membahas isu Korea Utara dengan mitranya di Jepang dan Korea Selatan.

Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un pada 30 Juni di Zona Demiliterisasi (DMZ) menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi yang sempat mandek. Namun, pelaksanaan latihan militer bersama membuat Pyongyang berang. 

Korea Utara pada Selasa menekankan bahwa latihan militer gabungan melanggar perjanjian yang dibuat dengan AS dan Korea Selatan serta dapat menggagalkan pembicaraan denuklirisasi.

Esper lebih lanjut mengungkapkan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah latihan militer bersama dengan Korea Selatan di masa depan.

Sponsored

Pada Jumat (2/8), Trump berusaha untuk mengecilkan uji coba rudal jarak pendek Korea Utara, dengan mengatakan itu tidak melanggar perjanjian apa pun yang dibuatnya dengan Kim Jong-un.

Sumber : Reuters