Dunia / Konflik Israel - Palestina

AS gagal loloskan resolusi PBB yang menargetkan Hamas

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kegagalan resolusi ini akan dikenang sebagai kesalahan bersejarah.

AS gagal loloskan resolusi PBB yang menargetkan Hamas
Warga Palestina memeriksa kendaraan yang hancur akibat serangan udara Israel, di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Palestina, Senin (12/11). ANTARA FOTO/REUTERS/Suhaib Salem

Rancangan resolusi yang disponsori Amerika Serikat untuk mengutuk Hamas karena menembakkan roket ke Israel gagal disetujui oleh negara-negara anggota PBB.

Resolusi memenangkan mayoritas suara 87-57, dengan 33 abstain. Sementara, untuk meloloskannya dibutuhkan dukungan dari dua per tiga negara anggota PBB.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kegagalan resolusi ini akan dikenang sebagai kesalahan bersejarah.

Seorang juru bicara Hamas mengatakan hasilnya dari pemungutan suara tersebut adalah tamparan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuturkan bahwa meski pun dukungan tidak mencapai dua per tiga, ini merupakan pertama kalinya mayoritas negara 'melawan' Hamas.

Resolusi PBB tidak mengikat, namun memiliki beban politik. 

Jelang pemungutan suara, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun ini mengatakan, "Saya ingin bertanya kepada saudara-saudari Arab saya, apakah kebencian terhadap Israel begitu kuat sehingga Anda akan membela sebuah organisasi teroris? Salah satu yang secara langsung memicu kerugian pada rakyat Palestina?".

Pemungutan suara untuk meminta dukungan dua per tiga mayoritas negara-negara anggota PBB juga hanya didukung tipis, yakni 75 dan 72, dengan 26 lainnya abstain. 

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuturkan bahwa resolusi yang menargetkan Hamas telah dibajak oleh keputusan prosedural.

Ada pun Wakil Duta Besar Iran unutk PBB Eshagh al-Habib mengatakan AS berusaha mengalihkan perhatian dari akar penyebab konflik.

Bulan lalu, ketegangan antara Israel dan Hamas kembali terjadi di Gaza. Ratusan roket ditembakkan ke Israel, dan Israel membalasnya dengan menghantam sejumlah target.

Israel dan Hamas sejauh ini telah berperang tiga kali. AS di bawah pemerintahan Trump telah menjadi pendukung kuat Tel Aviv, salah satunya dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedubesnya ke sana.

Sumber : BBC


Berita Terkait

Kolom

Infografis