sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS ingatkan Israel untuk tidak melakukan aneksasi sepihak

Setiap tindakan sepihak Israel mengancam pengakuan oleh AS.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 10 Feb 2020 16:25 WIB
AS ingatkan Israel untuk tidak melakukan aneksasi sepihak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Seorang utusan Amerika Serikat pada Minggu (9/2), memperingatkan Israel untuk tidak mendeklarasikan kedaulatan atas Tepi Barat yang diduduki tanpa persetujuan Washington.

"Israel tunduk pada penyelesaian proses pemetaan oleh komite bersama Israel-AS. Setiap tindakan sepihak sebelum penyelesaian proses komite membahayakan rencana dan pengakuan oleh AS," twit Duta Besar AS untuk Israel David Friedman.

Dalam kesempatan terpisah, Friedman menyampaikan pesan tersirat bahwa permintaan agar Israel sedikit bersabar untuk menjalani proses dan melakukannya dengan benar bukanlah sesuatu yang terlalu berlebihan.

"Dengan kabar bahwa kabinet (Israel) akan didorong ke arah yang berpotensi merugikan pandangan kami tentang proses tersebut, kami hanya membiarkan orang-orang tahu di mana posisi kami," kaya Friedman di hadapan think tank Jerusalem Center for Public Affairs (JCPA). "Ini bukan ancaman."

Di lain sisi, PM Netanyahu menyatakan pada Minggu bahwa pengakuan AS adalah yang utama. "Kami tidak ingin membahayakan itu."

Proposal perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 28 Januari telah memungkinkan Israel menganeksasi seluruh pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Namun, waktu aneksasi telah menjadi persoalan yang menguak keretakan di antara dua sekutu.

Janji untuk segera menganeksasi pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Lembah Yordan dilontarkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu demi menyenangkan pendukungnya dari sayap kanan atau konservatif jelang pemilu pada 2 Maret, di mana dia berharap memenangkan masa jabatan kelima. Belakangan, Menteri Pertahanan Naftali Bennett dan kalangan ultranasionalis Israel mendesak kabinet untuk digelarnya pemungutan suara segera di kabinet tentang kedaulatan di Tepi Barat. 

Sponsored

Palestina sendiri tegas menolak mentah-mentah proposal perdamaian Trump, bahkan sebelum itu diumumkan. Ada empat hal yang menjadi alasan Palestina.

Pertama, proposal perdamaian yang disodorkan Trump memberikan Yerusalem kepada Israel. Kedua, proposal itu memungkinkan Israel menganeksasi seluruh pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Pengabaian hak-hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka menjadi alasan ketiga proposal perdamaian ditolak Palestina. Dan alasan keempat adalah persoalan terkait masa depan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel yang sama sekali tidak disinggung dalam proposal Trump.

Mayoritas negara di seluruh dunia menganggap pemukiman Israel di tanah-tanah yang direbut dalam Perang 1967 sebagai pelanggaran hukum internasional.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya