sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS kerahkan 3 kapal induk ke Samudra Pasifik, China bereaksi

Kehadiran kapal-kapal induk AS dapat memicu ketenangan di Laut China Selatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Jun 2020 12:14 WIB
AS kerahkan 3 kapal induk ke Samudra Pasifik, China bereaksi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Pengerahan tiga kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) ke Samudra Pasifik menuai protes China. Media pemerintah China menyebut Beijing tidak akan berhenti membela kepentingannya di wilayah tersebut.

Menurut pernyataan Angkatan Laut AS pada Kamis (11/6), USS Ronald Reagan dan USS Theodore Roosevelt berpatroli di wilayah barat Samudra Pasifik, sementara USS Nimitz di wilayah timur. Masing-masing kapal induk membawa lebih dari 60 pesawat.

Langkah patroli tersebut merupakan yang pertama sejak 2017, ketika ketegangan antara AS dan Korea Utara mengenai program senjata nuklir berada di puncak.

Pada Minggu (14/6), juru bicara Global Times, media milik Partai Komunis China, mengatakan bahwa kehadiran kapal-kapal induk AS dapat memicu ketenangan di Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan.

"Dengan mengerahkan kapal-kapal induk tersebut, AS berusaha menunjukkan bahwa angkatan laut mereka adalah yang terkuat karena dapat memasuki LCS dan mengancam pasukan China di Pulau Xisha dan Nansha," jelas laporan Global Times, mengutip pakar angkatan laut yang berbasis di Beijing, Li Jie.

Laporan Global Times, yang diterbitkan di situs resmi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA), juga menyatakan bahwa China dapat mengadakan latihan militer di wilayah yang sama sebagai tanggapan terhadap langkah AS.

"China memiliki senjata pembunuh kapal induk seperti rudal balistik DF-21D dan DF-26," jelas laporan tersebut.

Collin Koh, peneliti di Institute of Defense and Strategic Studies, mengatakan bahwa China bereaksi keras karena kehadiran kapal-kapal induk tersebut bertolak belakang dengan narasi Tiongkok yang menyebut bahwa Angkatan Laut AS lumpuh akibat Covid-19.

Sponsored

"Pengerahan kapal-kapal induk itu bertentangan dengan narasi yang diajukan China bahwa Angkatan Laut AS berada di bawah tekanan akibat pandemik," kata Koh.

USS Theodore Roosevelt kembali melaut pada 4 Juni setelah menghabiskan berminggu-minggu masa karantina di pelabuhan di Guam. Sebelumnya, lebih dari 1.000 dari 4.900 awak di kapal tersebut positif Covid-19.

"Theodore Roosevelt kembali berlayar sebagai simbol harapan dan inspirasi," tutur komandan kapal, Carlos Sardiello, dalam pernyataannya. (CNN)

Berita Lainnya