sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS: Korut keluarkan perintah tembak mati untuk cegah Covid-19

Korea Utara, yang sistem kesehatannya dinilai tidak memadai untuk melawan Covid-19, belum mengonfirmasikan satu pun kasus.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 11 Sep 2020 19:07 WIB
AS: Korut keluarkan perintah tembak mati untuk cegah Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Komandan pasukan Amerika Serikat pada Kamis (10/9) menyatakan, otoritas Korea Utara telah mengeluarkan perintah tembak mati demi mencegah Covid-19 memasuki negara itu melalui perbatasan dengan China.

Korea Utara, yang sistem kesehatannya dinilai tidak memadai untuk melawan Covid-19, belum mengonfirmasikan satu pun kasus infeksi sejak virus pertama kali terdeteksi di China.

Pyongyang menutup perbatasannya dengan China pada Januari untuk mencoba mencegah kontaminasi. Kemudian pada Juli, media pemerintah mengatakan bahwa pihak berwenang telah meningkatkan status keadaan daruratnya ke tingkat tertinggi.

Komandan Pasukan AS-Korea (USFK) Robert Abrams menyatakan, penutupan perbatasan telah meningkatkan permintaan barang selundupan, mendorong pihak berwenang untuk campur tangan.

Menurut Jenderal Adams, Korea Utara memberlakukan buffer zone baru yang terletak satu hingga dua kilometer di perbatasan dengan China.

"Pemerintah mengerahkan Pasukan Operasi Khusus (SOF) Korea Utara di sana. Mereka mendapatkan perintah untuk tembak mati," lanjut dia.

Penutupan perbatasan akan secara efektif mempercepat efek sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Korea Utara atas program nuklirnya. Pasalnya, setelah perbatasan ditutup, impor Korea Utara-China turun sebesar 85%.

Selain pandemik Covid-19, Pyongyang juga berjuang mengatasi dampak Badai Maysak yang menghancurkan lebih dari 2.000 rumah.

Sponsored

Karena sedang bergulat dengan dampak Badai Maysak dan Covid-19, Jenderal Abrams menilai bahwa dalam waktu dekat, Korea Utara tidak akan melakukan tindakan apapun yang dapat menimbulkan provokasi besar.

Walau begitu, dia mengatakan kemungkinan pemerintah akan memamerkan sistem persenjataan baru pada perayaan ulang tahun ke-75 berdirinya partai berkuasa pada bulan depan.

"Rezim saat ini dan militernya pada prinsipnya berfokus untuk memulihkan negara mereka dan membantu mengurangi risiko Covid-19," kata Abrams.

Banyak pihak yang menilai, pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korea Utara yang terhenti tidak menunjukkan banyak kemajuan.

Presiden AS Donald Trump adalah pemimpin AS pertama yang bertemu dengan seorang anggota dinasti Kim, yang telah memerintah Korea Utara sejak negara tersebut didirikan.

Sumber : The Straits Times

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB