sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS pertegas komitmen bantu ASEAN hadapi Covid-19

Secara total, AS memberikan bantuan senilai US$35,3 juta bagi ASEAN, termasuk US$3 juta untuk Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 23 Apr 2020 12:29 WIB
AS pertegas komitmen bantu ASEAN hadapi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan, dalam pertemuan "ASEAN-US Foreign Minister Meeting on Covid-19" pada Kamis (23/4), Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo kembali menekankan komitmen kerja sama dengan ASEAN untuk menangani coronavirus jenis baru.

Selain itu, Menlu Pompeo juga mempertegas akan bekerja sama terkait pemulihan ekonomi ASEAN pascacoronavirus jenis baru.

"Komitmen kerja sama AS antara lain diterjemahkan dalam bentuk keberadaan para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di negara-negara ASEAN, termasuk di Indonesia," jelas Menlu Retno dalam pengarahan media secara virtual.

Menlu Retno menyebut, secara total, AS memberikan bantuan senilai US$35,3 juta bagi ASEAN, termasuk US$3 juta untuk Indonesia yang disalurkan melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), International Development Design Summit (IDDS), Johns Hopkins University, CDC, dan United States Agency for International Development (USAID).

"Bentuk bantuan AS bagi ASEAN antara lain dukungan untuk laboratorium, pelatihan pengawasan risiko penularan, serta penyediaan alat-alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD) dan reagen," lanjut dia.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi mengapresiasi kontribusi AS.

Lebih lanjut, Lim Jock Hoi berharap AS akan melanjutkan kerja sama dengan ASEAN dalam bentuk lainnya seperti policy exchange, pertukaran informasi, pengembangan metodologi prevensi dan perawatan termasuk penelitian terkait vaksin, asistensi teknis untuk mendeteksi virus dan melakukan uji Covdi-19, serta pelatihan pekerja medis ASEAN dari pakar CDC.

Lim Jock Hoi memaparkan, per Rabu (22/4), terdapat 33.295 kasus positif Covid-19 di ASEAN dengan angka kematian menyentuh 1.240.

Sponsored

Di bidang ekonomi, Retno menjelaskan bahwa ASEAN mengharapkan agar kapasitas program seperti Inclusive Growth in ASEAN through Innovation, Trade, and E-Commerce (IGNITE) yang berada di bawah USAID dapat ditingkatkan.

"ASEAN menilai, AS memiliki posisi yang baik untuk mendukung pemulihan ekonomi kami," tutur dia.

Menlu Retno menyampaikan, pembahasan kerja sama AS-ASEAN terkait Covid-19 akan dilanjutkan dalam "ASEAN-US Special Video Conference on Health Expert and Officials" pada 29 April, diikuti oleh pertemuan virtual Menteri Kesehatan ASEAN-AS pada 30 April.

Diskusi terkait kerja sama kedua pihak akan dituangkan dalam "ASEAN-US Plan of Action 2021-2025" yang rencananya akan diadopsi pada Agustus.

Lebih lanjut, Menlu Retno menuturkan bahwa dalam pertemuan pada Kamis, Indonesia menekankan tiga hal.

"Pertama, Indonesia menggarisbawahi pentingnya kemitraan AS-ASEAN dapat betul-betul berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Retno.

Kedua, Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk mengesampingkan perbedaan dan fokus pada upaya menangani pandemik.

"Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan kerja sama jangka pendek seperti penyediaan kelengkapan alat medis dan obat-obatan," jelas dia. "Sementara kerja sama jangka panjang harus difokuskan untuk memperkuat sistem kesehatan."

Ketiga, Indonesia mengatakan bahwa penanganan coronavirus jenis baru membutuhkan kepemimpinan global yang kuat, kolektif, dan terkoordinasi.

"Indonesia yakin, hanya kepemimpinan global yang kuat, kolektif, dan terkoordinasi yang dapat mengatasi pandemik ini," kata Menlu Retno.

Berita Lainnya