sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS tuduh China lakukan intimidasi di kawasan Laut China Selatan

China juga mendaratkan pesawat pengebom di kawasan tersebut.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 14 Des 2019 14:35 WIB
AS tuduh China lakukan intimidasi di kawasan Laut China Selatan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Komandan Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana John Aquilino pada Jumat (13/12) mengatakan aktivitas China di wilayah Laut China Selatan dimaksudkan untuk mengintimidasi negara-negara lain di kawasan itu.

Aquilino menyebut tindakan China, termasuk membangun pulau-pulau buatan di perairan yang disengketakan itu, bertujuan untuk memamerkan kapasitas militernya.

Dalam pengarahan media di Bangkok, Thailand, Aquilino menyatakan, China telah memasang sistem rudal antipesawat dan antikapal serta peralatan radar di sejumlah pulau buatannya di kawasan Laut China Selatan. Baru-baru ini, lanjutnya, Tiongkok juga mendaratkan pesawat pengebom di beberapa pulau tersebut.

"Jelas bahwa instalasi semacam itu memiliki tujuan untuk memamerkan kekuatan militernya dan mengintimidasi negara-negara di kawasan itu," ujar dia.

Klaim teritorial China atas sebagian besar Laut China Selatan telah ditantang oleh sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Vietnam, Filipina, dan Malaysia.

Aquilino mendesak Beijing untuk mematuhi hak-hak internasional semua pihak yang sesuai dengan hukum internasional dan diakui oleh seluruh negara di kawasan tersebut.

"Beijing perlu mengerti bahwa negara-negara lain dapat menggunakan hak mereka di Laut China Selatan," kata dia.

AS secara teratur mengadakan patroli AL dan AU melalui Laut China Selatan untuk menegaskan hak melintas tanpa hambatan di kawasan tersebut.

Sponsored

Aquilino menuturkan, peran AS adalah untuk menjaga keamanan negara-negara dan kawasan Laut China Selatan.

"Tanpa keraguan, AS telah menyatakan bahwa kami bersaing dengan China. Kami memiliki perselisihan terkait ideologi," ujarnya.

"Kami akan bekerja sama di bidang yang memungkinkan dan bersaing di bidang yang perlu diperjuangkan."

Tiongkok telah mengkritik apa yang disebutnya sebagai campur tangan Washington di kawasan Asia Pasifik. Beijing menegaskan, berdasarkan sejarah, mereka berhak memiliki kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan.

China bahkan menolak putusan Mahkamah Arbitrase yang pada 2016 memenangkan kasus yang diajukan Filipina terkait sengketa Laut China Selatan. Pada Agustus, Beijing menegaskan kepada Filipina bahwa posisi mereka soal klaim kedaulatan Laut China Selatan tidak akan berubah. (Al Jazeera)

Berita Lainnya