sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ASEAN buka pendaftaran nominasi ASEAN Prize 2021

Pemenang akan menerima piala ASEAN Prize dan uang US$20.000 untuk dipresentasikan dalam PTM ASEAN ke-54 di Brunei Darussalam.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 08 Feb 2021 13:18 WIB
ASEAN buka pendaftaran nominasi ASEAN Prize 2021

ASEAN membuka pendaftaran nominasi penerima penghargaan ASEAN Prize 2021 sejak 1 Februari.

Di tahun keempatnya berjalan, penghargaan regional tersebut memberikan penghargaan kepada warga atau organisasi berbasis ASEAN yang telah berkontribusi luar biasa dan menunjukkan teladan dalam memperkuat pembangunan komunitas ASEAN, mempromosikan integrasi regional, serta mendorong inklusivitas.

"Setelah tantangan pada 2020, ASEAN Prize 2021 merupakan kesempatan untuk merayakan semangat gigih warga ASEAN dalam membantu meningkatkan kehidupan kita sebagai komunitas. Kami berharap dapat mengidentifikasi dan mengakui juara ASEAN lainnya untuk menginspirasi kawasan ini saat kita melakukan perjalanan bersama menuju pemulihan pascapandemi," tutur Direktur Urusan Komunitas Sekretariat ASEAN, Lee Yoong Yoong, yang mengawasi penyelenggaraan ajang tersebut, dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.

Sesuai aturan, nominasi harus diajukan setidaknya satu referensi. Pengajuan harus menyertakan ringkasan atau sorotan pencapaian calon dan dokumen pendukung yang relevan sejak peluncuran ASEAN Community pada 31 Desember 2015.

Judging Committee, yang diketuai Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi serta para pendahulunya, akan meninjau nominasi dan memilih penerima ASEAN Prize 2021.

Pemenang kemudian bakal menerima piala ASEAN Prize untuk dipresentasikan pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN ke-54 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam serta hadiah uang tunai US$20.000.

Sejak berjalan, ASEAN Prize telah diberikan kepada tiga penerima. Pada 2018, Erlinda Koe dari Filipina adalah penerima penghargaan pertama.

Dia menerima penghargaan atas upayanya membangun ASEAN Community yang inklusif dengan meningkatkan kesadaran tentang autisme.

Sponsored

Pada tahun berikutnya, Jemilah Mahmood, seorang pemimpin kemanusiaan asal Malaysia, menerima ASEAN Prize atas kontribusinya dalam memperjuangkan tanggapan kemanusiaan di seluruh kawasan dan dunia.

Pada 2020, ASEAN Studies Centre dari ISEAS-Yusof Ishak Institute of Singapore dianugerahi penghargaan tersebut atas kerja mereka dalam mempromosikan integrasi regional di ASEAN.

Berita Lainnya