sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

ASEAN targetkan negosiasi awal kode etik LCS selesai pada 2019

Kode etik tidak membahas perselisihan teritorial, melainkan kesepakatan soal cara mengelola atau mencegah potensi konflik dan krisis di LCS.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 04 Jul 2019 19:19 WIB
ASEAN targetkan negosiasi awal kode etik LCS selesai pada 2019

Dalam KTT ke-34 ASEAN pada 20-23 Juni, para kepala negara kembali menegaskan pentingnya menjaga dan mempromosikan perdamaian, keamanan serta stabilitas di Laut Cina Selatan (LCS).

Plt. Direktur Kerja Sama Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Michael Tene menyatakan dalam KTT tersebut, para pemimpin ASEAN mendorong kemajuan negosiasi terkait kode etik (Code of Conduct/COC) Laut Cina Selatan.

"Sudah lebih dari satu dekade ASEAN dan China membahas mengenai COC. Perkembangan terakhir sangat baik, China menyatakan ingin menyelesaikan negosiasi COC dalam waktu 3 tahun," jelas Michael dalam diskusi "Talking ASEAN" di Habibie Center, Jakarta, Kamis (4/7).

ASEAN, lanjutnya, menyambut baik niat itu dan mengungkapkan keinginan untuk segera menyelesaikan negosiasi terkait COC.

Putaran pertama negosiasi draf COC Laut Cina Selatan telah berlangsung sejak awal 2019 dan ASEAN berharap dapat menyelesaikan tahap diskusi itu pada akhir 2019.

"Setelah putaran pertama selesai, akan diikuti dengan negosiasi lanjutan dalam putaran kedua dan ketiga di tahun-tahun selanjutnya," tutur Michael.

Salah satu hal yang masih dinegosiasikan adalah sifat dari COC itu sendiri, apakah akan mengikat secara hukum atau tidak. Menurut Michael, ada beberapa pihak yang menilai COC perlu mengikat, sedangkan yang lainnya hanya ingin COC menjadi semacam kesepahaman ASEAN-China terkait Laut Cina Selatan.

Mantan juru bicara Kemlu RI itu menyatakan bahwa sangat penting bagi China, ASEAN dan pemangku kepentingan lainnya di kawasan Laut Cina Selatan untuk memiliki COC.

Sponsored

"COC akan sangat membantu membangun kepercayaan antara negara-negara di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Michael menekankan bahwa COC tidak membahas persoalan perselisihan teritorial, melainkan kesepakatan mengenai cara mengelola atau mencegah potensi konflik dan krisis di Laut Cina Selatan.

"COC berfokus untuk membangun kepercayaan antara negara-negara melalui berbagai kerja sama dan kolaborasi antara ASEAN dan China," kata dia.