sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AstraZeneca cekcok dengan UE gegara pengiriman vaksin ditunda

Uni Eropa tidak senang dengan penjelasan AstraZeneca soal pengiriman vaksin.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 28 Jan 2021 13:21 WIB
AstraZeneca cekcok dengan UE gegara pengiriman vaksin ditunda

Uni Eropa mendesak perusahaan farmasi AstraZeneca mempublikasikan rincian kontrak yang mereka tandatangani terkait pasokan vaksin Covid-19. Hal tersebut terjadi saat keduanya terlibat perselisihan terkait kekurangan pasokan vaksin.

Uni Eropa dilaporkan tidak senang dengan penjelasan AstraZeneca atas penundaan produksi vaksin, tetapi klausul kerahasiaan mengikat mereka untuk merilis detail kesepakatan antara kedua pihak.

Dalam sebuah wawancara, CEO AstraZeneca mengatakan bahwa dalam kontrak tersebut, Uni Eropa meminta perusahaan untuk melakukan upaya terbaik, bukan mewajibkan untuk memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, kedua belah pihak diperkirakan akan mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut.

Sebelumnya pada Rabu (27/1), seorang pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa AstraZeneca telah menarik diri dari pertemuan yang dijadwalkan. Namun, perusahaan itu bersikeras akan hadir.

Sementara itu, Pfizer-BioNTech, yang juga memiliki kesepakatan produksi vaksin yang lebih besar dengan Uni Eropa, juga mengalami penundaan terkait produksi vaksin Covid-19.

Sementara perusahaan produsen obat asal Prancis, Sanofi, telah mengumumkan bahwa mereka akan membantu memproduksi 125 juta dosis dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech. Pihak Sinofi menyampaikan bahwa akan mengizinkan BioNTech yang berbasis di Jerman untuk menggunakan fasilitasnya di Frankfurt mulai Juli.

Sementara Pfizer menjelaskan, perjanjiannya dengan Sanofi hanyalah salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pasokan dengan memperluas fasilitas manufaktur.

Sponsored

Uni Eropa telah menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca pada Agustus untuk 300 juta dosis, tetapi perusahaan telah melaporkan penundaan produksi di dua pabrik, satu di Belanda dan lainnya di Belgia.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia, La Repubblica, pada Selasa (26/1), CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan bahwa produksi mengalami kemunduran dua bulan dari perkiraan sebelumnya. Italia termasuk di antara negara yang mengancam akan menuntut AstraZeneca atas penundaan tersebut.

Vaksin AstraZeneca belum mendapat persetujuan penggunaan darurat oleh Uni Eropa, meski European Medicines Agency (EMA) diperkirakan akan memberikan lampu hijau pada akhir bulan ini. Uni Eropa berharap, segera setelah persetujuan diberikan, pengiriman akan segera dimulai, dengan sekitar 80 juta dosis tiba di 27 negara pada Maret.

Para pejabat belum mengonfirmasi secara terbuka seberapa besar kekurangannya, tetapi kantor berita Reuters melaporkan bahwa pengiriman akan dikurangi menjadi 31 juta, atau pemotongan 60%, pada kuartal pertama tahun ini.

Komisi Eropa mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan empat perusahaan farmasi lain untuk membeli ratusan juta vaksin Covid-19. (BBC)

Berita Lainnya