Dunia / Huawei

Atas perintah AS, putri pendiri Huawei ditangkap di Kanada

Meng Wanzhou merupakan putri dari pendiri Huawei Ren Zhengfei. Dia ditangkap di Vancouver, Kanada, atas perintah Amerika Serikat.

Atas perintah AS, putri pendiri Huawei ditangkap di Kanada
Ilustrasi / Pixabay

Putri pendiri raksasa telekomunikasi China Huawei ditangkap di Kanada dan menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat. Meng Wanzhou yang menjabat sebagai direktur keuangan Huawei ditahan di Vancouver pada Sabtu (1/12).

Rincian penangkapan belum dirilis, namun AS dilaporkan telah menyelidiki Huawei atas kemungkinan pelanggaran sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, Kementerian Kehakiman Kanada mengonfirmasi tanggal dan tempat penangkapan Meng Wanzhou. Selain itu mereka menambahkan, "Dia dicari untuk diekstradisi ke Amerika Serikat, dan sidang jaminan telah ditetapkan pada hari Jumat (7/12)."

Mereka menuturkan tidak dapat menjelaskan lebih lanjut karena Meng Wanzhou telah meminta larangan publikasi dan hal tersebut juga telah diperintahkan oleh pengadilan.

Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman AS di Distrik Timur New York, yang menurut Huawei adalah pihak yang mengajukan tuntutan, menolak berkomentar.

Penangkapan ini terjadi di tengah situasi sensitif dalam hubungan bilateral AS-China. Dua raksasa dunia ini tengah terlibat perang dagang yang membuat mereka menerapkan tarif miliaran dollar atas barang satu sama lain.

Ditangkapnya Meng Wanzhou dinilai mengancam kesepakatan gencatan senjata 90 hari yang telah disetujui oleh Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Buenos Aires, Argentina.

Media AS telah melaporkan bahwa Huawei tengah diselidiki terkait potensi pelanggaran sanksi AS terhadap Iran.

Laporan yang dirilis New York Times menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan AS telah menuding Huawei atas dugaan pelanggaran sanksi terhadap Iran dan Korea Utara.

Anggota parlemen AS telah berulang kali menuduh Huawei sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS, dengan alasan bahwa teknologinya dapat digunakan untuk memata-matai oleh pemerintah China.

Merespons penangkapan Meng Wanzhou, Senator AS Ben Sasse mengatakan kepada Associated Press bahwa China secara agresif terlibat dalam merongrong kepentingan keamanan nasional AS, lazimnya dengan menggunakan entitas sektor swasta.

"Amerika bersyukur bahwa mitra kami Kanada telah menangkap direktur keuangan mereka," tutur Sasse.

Respons China dan Huawei

Huawei mengatakan pihaknya hanya memiliki sedikit informasi tentang tuduhan terhadap Meng Wanzhou dan tidak mengetahui kesalahan apa pun yang dilakukan perempuan itu. Lebih lanjut perusahaan menjelaskan bahwa Meng Wanzhou yang merupakan putri dari Ren Zhengfei ditangkap saat berpindah antar penerbangan.

Dalam sebuah pernyataan Huawei menekankan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku di mana pun mereka beroperasi, termasuk undang-undang dan peraturan pengendalian ekspor serta sanksi yang berlaku dari PBB, AS, dan Uni Eropa.

"Perusahaan percaya sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan mencapai kesimpulan yang adil."

Ada pun Kedutaan Besar China di Kanada memprotes penangkapan Meng Wanzhou dan menuntut pembebasannya.

Dalam pernyataan Kedutaan Besar China disebutkan, Kanada atas permintaan AS telah menangkap seorang warga negara China yang tidak melanggar hukum AS atau Kanada.

"China telah menyampaikan protes keras kepada AS dan Kanada, mendesak mereka untuk segera memperbaiki kesalahan dan mengembalikan kebebasan pribadi Nyonya Meng Wanzhou," sebut pernyataan Kedubes China di Kanada.

Huawei adalah salah satu penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia. Baru-baru ini Huawei melampaui Apple untuk menjadi produsen ponsel terbesar kedua setelah Samsung.

Beberapa negara Barat khawatir bahwa China akan mendapatkan akses ke jaringan komunikasi seluler dan komunikasi generasi kelima (5G) melalui Huawei dan memperluas kemampuan mata-matanya, meskipun perusahaan bersikeras tidak ada kontrol pemerintah.

Keprihatinan keamanan tersebut telah menyebabkan operator telekomunikasi asal Inggris, BT Group Plc menghapus peralatan Huawei dalam jaringan inti 5G.

Selandia Baru juga telah memblokir peralatan Huawei atas alasan keamanan nasional. Langkah serupa lebih dulu dilakukan Australia dan sesama perusahaan komunikasi ZTE.

Sejumlah perusahaan teknologi China telah berurusan hukum dengan AS atas sejumlah tuduhan seperti pencurian data dan pelanggaran sanksi Iran.

Bulan lalu, Trump memutuskan untuk mengembalikan seluruh sanksi AS terhadap Iran yang sebelumnya telah dihapus berdasarkan kesepakatan nuklir 2015. Trump menentang keras kesepakatan yang dalam praktiknya akan membuat Iran membatasi kegiatan nuklirnya sebagai ganti atas bantuan yang akan mereka dapatkan.

Sanksi yang kembali dijatuhkan AS menghantam sektor minyak, perbankan, dan ekspedisi Iran yang seluruhnya merupakan inti dari ekonomi Negeri Para Mullah tersebut.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menekankan bahwa AS akan secara agresif menargetkan setiap perusahaan atau organisasiyang mencoba menghindari sanksi AS.

Sumber : BBC


Berita Terkait

Kolom

Infografis