sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Aturan baru AS ke China: Setiap pertemuan harus lapor

Kebijakan baru AS disebut China melanggar aturan internasional.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 17 Okt 2019 10:59 WIB
Aturan baru AS ke China: Setiap pertemuan harus lapor

Para diplomat China di Amerika Serikat harus memberi tahu Kementerian Luar Negeri AS sebelum mengadakan pertemuan dengan pejabat AS. Selain itu, setiap kunjungan resmi ke lembaga pendidikan dan penelitian juga wajib dilaporkan terlebih dahulu. 

Aturan baru tersebut diumumkan oleh Kemlu AS.

"Kementerian Luar Negeri (AS) telah memberi tahu misi diplomatik China di AS ... mereka harus mengabarkan -tidak perlu meminta izin- jika ingin bertemu dengan pejabat pemerintah," ujar seorang pejabat senior Kemlu AS pada Rabu (16/10).

China merespons kebijakan AS dengan mengatakan, Washington melanggar aturan internasional. Sementara, AS membela diri dengan menuturkan, para diplomatnya di China juga diharuskan mendapat izin jika ingin bertemu pejabat pemerintah, akademisi atau pemangku kepentingan lainnya.

"Penolakan adalah kejadian lumrah bagi staf kami di seluruh China," kata pejabat AS yang sama seraya membantah bahwa aturan baru ini berkaitan dengan perang dagang atau HAM.

"Kami telah mengeluh kepada pemerintah China selama bertahun-tahun. Tanggapan mereka adalah 'Kami memberi Anda akses pada saat yang tepat'."

Bagi AS, ini hanya perkara menyamakan kedudukan dengan China.

"Di China, diplomat AS tidak memiliki akses tanpa batas ke sejumlah orang yang penting bagi kami ... Sebaliknya, para diplomat China di AS, tentu saja, dapat mengambil keuntungan penuh dari masyarakat kita yang terbuka," tutur pejabat senior Kemlu AS.

Sponsored

Kabar ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menyangkut sejumlah isu.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (17/10), Kedutaan Besar China di AS menyebut kebijakan baru itu sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Wina, sebuah perjanjian yang mengurai aturan hubungan diplomatik.

Tiongkok mengklaim tidak menerapkan aturan serupa terhadap para pejabat AS.

"China tidak memiliki persyaratan serupa terhadap para diplomat dan pejabat konsuler AS di Tiongkok," sebut pernyataan Kedubes Tiongkok. 

"AS memiliki jumlah personel diplomatik yang jauh lebih besar di China dibanding yang kami miliki di AS. Pada 2018, diplomat AS melakukan kunjungan ke lebih dari 160 universitas di Tiongkok."

Duta Besar China untuk AS Cui Tiankai menambahkan, "Teman baik saya, mantan Dubes Max Baucus mengunjungi seluruh provinsi di Tiongkok selama tiga tahun di China." 

"Dubes AS yang sekarang, Terry Branstad juga memiliki rencana (mengunjungi seluruh provinsi di China) serupa," kata Cui. "Saya telah berada di sini selama enam tahun, tetapi saya belum dapat menginjakkan kaki di setiap negara bagian AS." (BBC dan South China Morning Post)