sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Australia tuding negara asing retas sistem komputer parlemen dan parpol

Serangan siber di Australia terjadi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Mei.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 18 Feb 2019 12:23 WIB
Australia tuding negara asing retas sistem komputer parlemen dan parpol

Pada Senin (18/2), Australia menuding 'aktor negara yang canggih' telah meretas sistem komputer partai-partai politik utama dan parlemen negara itu.

Kepada sejumlah anggota parlemen, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa badan-badan keamanan menyadari jaringan sejumlah partai politik utama seperti Partai Liberal, Partai Buruh, dan Partai Nasional terpengaruh peretasan.

"Pakar siber kami percaya bahwa aktor negara yang canggih bertanggung jawab atas aktivitas jahat ini," tuturnya tanpa menyebutkan negara tertentu. "Agen keamanan kami telah mendeteksi aktivitas itu dan bertindak tegas untuk menghadapinya."

Awal bulan ini, pihak berwenang Australia melaporkan insiden keamanan yang terjadi di jaringan komputer parlementer. Insiden tersebut memaksa pengguna, termasuk PM dan kabinet, untuk mengubah kata sandi akun mereka serta mengambil sejumlah tindakan keamanan lainnya.

The Australian Signals Directorate mengonfirmasi pihaknya sedang bekerja dengan perlemen dalam menanggapi serangan itu, memberikan indikasi kuat bahwa 'para aktor canggih' merupakan dalang dari serangan tersebut.

Spekulasi tertuju pada China sebagai otak di balik serangan siber yang menimpa Australia. Meskipun hingga kini Canberra belum secara resmi menuding Beijing atas insiden itu.

Serangan siber terjadi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Mei. Pemerintah khawatir hacker dapat mencoba campur tangan dan berusaha memengaruhi hasil pemilu.

Namun, sejauh ini Morrison menegaskan tidak ada bukti campur tangan asing dalam pemilu.

Sponsored

"Kami telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan integritas sistem pemilihan kami," kata dia.

PM menambahkan bahwa Pusat Keamanan Dunia Maya Australia siap membantu partai politik atau lembaga pemilihan yang membutuhkan dukungan dalam hal pengamanan siber.

"Mereka telah memberi pengarahan kepada Komisi Pemilu dan mereka yang bertanggung jawab atas keamanan siber untuk semua negara bagian dan wilayah lainnya di Australia," jelas Morrison. (Channel News Asia)