sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Badai Haishen rusak jaringan listrik di Jepang, 4 orang hilang

Badai Haishen kini mendarat di semenanjung Korea.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 07 Sep 2020 16:06 WIB
Badai Haishen rusak jaringan listrik di Jepang, 4 orang hilang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Empat orang dinyatakan hilang dan puluhan lainnya terluka setelah Badai Haishen menghantam bagian barat daya Jepang pada Senin (7/9).

Badai tersebut menyebabkan 440.000 rumah kehilangan jaringan listrik dan merusak bangunan di dan sekitar Pulau Kyushu. Kini, badai tesebut mendarat di semenanjung Korea.

Pihak berwenang telah memerintahkan 1,8 juta orang untuk mengungsi dari wilayah tersebut. Padahal mereka masih belum pulih dari dampak hujan lebat dan banjir pada Juli yang menewaskan 83 orang.

Media Jepang melaporkan, lebih dari 50 orang terluka, termasuk seorang wanita yang jatuh dari tangga dan empat orang yang menderita luka setelah jendela kaca pusat evakuasi pecah akibat angin kencang.

Badai Haishen membawa angin dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam. Empat orang dinyatakan hilang setelah hujan lebat memicu tanah longsor di sebuah desa di Kyushu selatan.

Petugas penyelamat sedang melakukan pencarian korban dengan menggali lumpur dan puing-puing di lokasi dekat lereng bukit yang runtuh.

Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menyatakan bahwa petugas polisi juga akan dikerahkan untuk membantu pencarian orang hilang.

Kantor berita Kyodo mengatakan, korban hilang diidentifikasi sebagai seorang wanita berusia 60-an dan putranya yang berusia 30-an, serta dua pria asal Vietnam yang bekerja di Kyushu.

Sponsored

Suga menyatakan bahwa setidaknya dua kematian lainnya telah dilaporkan selama badai tersebut. Namun, penyebabnya masih diselidiki.

Maskapai penerbangan membatalkan lebih dari 500 penerbangan yang berangkat dari Okinawa dan Jepang selatan. Layanan kereta peluru di Jepang selatan dan barat pun ditangguhkan.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa Badai Haishen kemungkinan menjadi salah satu badai yang paling merusak. Hal tersebut mendorong banyak warga bermalam di pusat evakuasi dan hotel di Kyushu dan Okinawa.

Beberapa tempat penampungan harus mengurangi jumlah orang karena tindakan pencegahan penularan Covid-19, sementara hotel dipenuhi orang-orang yang takut tertular virus di pusat-pusat evakuasi yang penuh sesak.

"Saya harus bergegas karena saya diberitahu bahwa pusat evakuasi hanya akan menerima 10 orang lagi," tutur Kazuko Hamada (67), seorang warga Kyushu.Haishen datang hanya beberapa hari setelah Badai Maysak menewaskan sedikitnya dua orang dan membuat ribuan orang kehilangan daya listrik di semenanjung Korea.

Menurut Badan Meteorologi Korea Selatan, Badai Haishen diperkirakan akan mendarat lagi di kota pelabuhan Chongjin di Korea Utara sekitar tengah malam.

Sementara Korea Utara masih belum pulih dari dampak Badai Maysak. Banyak pihak yang khawatir bahwa badai kuat lainnya dapat menyebabkan kerusakan luas pada lahan pertanian dan mengancam pasokan makanan yang kondisinya sudah memprihatinkan. (The Guardian)

Berita Lainnya