sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bangladesh beri akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya

Sebelumnya, Bangladesh menolak memberikan akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi Rohingya.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 30 Jan 2020 08:00 WIB
 Bangladesh beri akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Amnesty International menyatakan pada Rabu (29/1), pemerintah Bangladesh akan mengizinkan anak-anak pengungsi Rohingya memperoleh akses pendidikan. Keputusan ini muncul setelah dua tahun berlalu sejak warga Rohingya terpaksa melarikan diri dari Rakhine State, Myanmar.

Bersama kelompok HAM lainnya, Amnesty International telah berkampanye bagi hampir 500.000 anak Rohingya yang menetap di sejumlah kamp-kamp pengungsi di Bangladesh agar mereka diizinkan mengakses pendidikan berkualitas.

"Langkah ini adalah komitmen penting dan sangat positif dari pemerintah Bangladesh yang memungkinkan anak-anak mengakses pendidikan dan mengejar impian mereka untuk masa depan," tutur juru kampanye Asia Selatan Amnesty International Saad Hammadi dalam pernyataan tertulis yang diterima Alinea.id.

Hammadi menegaskan, pihaknya menyambut terobosan signifikan tersebut dan berharap pemerintah Bangladesh akan menjalankan komitmen mereka. Dia menekankan pentingnya akses pendidikan yang tepat, terakreditasi, dan berkualitas bagi anak-anak di kamp-kamp pengungsian.

"Komunitas internasional memiliki peran kunci untuk dimainkan dalam memastikan pemerintah Bangladesh memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan ini," lanjut dia.

Sebelumnya, Bangladesh menolak memberikan akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi Rohingya. Bahkan, sejumlah anak yang berhasil mendapat akses ke sekolah menengah setempat dikeluarkan atas instruksi pemerintah.

Di tengah kekhawatiran akan dipulangkan secara paksa ke Myanmar atau direlokasi ke Pulau Bashan Char yang tidak bepenghuni, anak-anak Rohingya menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Menteri Luar Negeri Bangladesh Masud bin Momen pada Rabu mengatakan bahwa pemerintah merasakan kebutuhan untuk menjaga harapan anak-anak Rohingya agar tetap memiliki masa depan.

Sponsored

Di bawah program pemerintah Bangladesh, anak-anak Rohingya hingga usia 14 tahun akan mendapatkan pendidikan sekolah dengan menggunakan kurikulum Myanmar. Sementara itu, anak di atas 14 tahun akan mendapatkan pelatihan keterampilan. Bersama dengan UNICEF, program pendidikan tersebut akan dimulai dengan melibatkan 10.000 anak. 

Konvensi Hak-Hak Anak PBB, perjanjian mengikat yang diratifikasi Bangladesh, memperjelas bahwa pendidikan dapat dan harus memastikan perkembangan kepribadian, bakat, serta kemampuan mental dan fisik anak sambil menekankan penghormatan terhadap HAM.

"Manfaat dari pendidikan bagi anak tidak dapat diremehkan, efek positifnya dapat menggema di komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. Mereka dapat mengemukakan pendapatnya, mengklaim hak-haknya, serta mengangkat diri mereka dan orang lain dari situasi yang sulit," jelas Hammadi.

Berita Lainnya