logo alinea.id logo alinea.id

Bangladesh tangguhkan penangkapan ikan selama 65 hari

Larangan penangkapan ikan sementara ini bertujuan untuk meningkatkan stok ikan.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 21 Mei 2019 16:44 WIB
Bangladesh tangguhkan penangkapan ikan selama 65 hari

Bangladesh telah melarang penangkapan ikan selama 65 hari sebagai upaya untuk meningkatkan stok ikan. Pemerintah mengatakan semua jenis kapal penangkap ikan akan terdampak larangan tersebut. Larangan penangkapan ikan tersebut akan diberlakukan mulai Senin (20/5).

Menanggapi kebijakan itu, ribuan nelayan telah merencanakan untuk menggelar aksi protes. Alasan mereka, larangan itu akan menghambat sumber penghasilan. Larangan yang akan berlangsung hingga 23 Juli itu dijadwalkan terjadi pada musim kawin ikan.

"Sumber daya ini akan terkuras suatu hari jika kita tidak menggunakannya secara berkelanjutan," tutur Menteri Perikanan dan Peternakan Bangladesh Ashraf Ali Khan Khasru. "Kita harus membiarkan ikan tumbuh dan berkembang biak. Kalau tidak, kita akan menderita di masa depan."

Pemerintah mengatakan para penjaga pantai dan personel angkatan laut akan berjaga di Teluk Benggala untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi larangan tersebut.

Sebelumnya, Bangladesh pernah menerapkan larangan jangka pendek untuk penangkapan ikan, tetapi ini adalah pertama kalinya semua kapal penangkap ikan, termasuk nelayan lokal, telah dilarang untuk beraktivitas dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pemerintah mengumumkan bahwa mulai 2019, penangkapan ikan akan ditangguhkan pada 20 Mei hingga 20 Juli setiap tahunnya.

Asosiasi penangkapan ikan telah meminta pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut. Mereka menuntut diberikan kompensasi oleh pemerintah.

Ikan, seperti hilsa, merupakan bagian penting dari diet lokal dan ekspor Bangladesh. Total ekspor hilsa dari Bangladesh bernilai lebih dari US$2 miliar.

Sponsored

Hilsa, sejenis ikan herring, dulunya berlimpah di perairan di sepanjang Teluk Benggala. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, stoknya menurun drastis akibat penangkapan ikan yang berlebihan.

Sumber : BBC