logo alinea.id logo alinea.id

Banjir dan tanah longsor di Asia Selatan tewaskan lebih dari 100 orang

Jutaan orang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda India, Nepal dan Bangladesh.a

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Jul 2019 14:01 WIB
Banjir dan tanah longsor di Asia Selatan tewaskan lebih dari 100 orang

Banjir di India, Nepal dan Bangladesh telah menewaskan lebih dari 100 orang dan mendorong jutaan warga mengungsi rumah mereka.

Di India, banjir melanda negara bagian Assam dan Bihar. Menurut keterangan pemerintah setempat pada Senin (15/7), sekitar 4,3 juta penduduk Assam telah mengungsi dari rumah mereka dalam 10 hari terakhir akibat banjir.

Sementara itu, 24 orang dinyatakan tewas di Bihar yang terletak di perbatasan India-Nepal. Pejabat senior Departemen Manajemen Bencana Bihar, Pratyaya Amrit, menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar akan terus meningkat. Menurutnya, lebih dari 2,5 juta warga terkena dampak banjir.

Sejumlah media lokal menampilkan gambar-gambar yang memperlihatkan terendamnya jalan raya dan jalur kereta api di Bihar. Sejumlah penduduk mengarungi banjir setinggi dada, membawa barang-barang mereka di atas kepala.

Di Assam, luapan air Sungai Brahmaputra pada Senin malam waktu setempat menewaskan empat orang.

"Situasi banjir menjadi sangat kritis dengan 31 dari 32 distrik terdampak," kata Kepala Menteri Assam Sarbananda Sonowal.

Assam, yang dikenal karena industri tehnya, dilanda banjir musiman setiap tahunnya. Pemerintah negara bagian dan pemerintah federal telah menghabiskan berjuta-juta uang untuk mengatasi banjir.

Menteri Sumber Daya Air Assam Keshab Mahanta menyatakan personel militer dan paramiliter telah dikerahkan di seluruh negara bagian untuk melakukan operasi evakuasi dan membantu warga. Kamp-kamp penampungan sementara telah didirikan dan angkatan udara dalam keadaan siaga.

Sponsored

Badan Meteorologi India (IMD) memperkirakan hujan akan terus mengguyur Assam dan Bihar selama dua hari ke depan.

Sementara itu di Nepal, Kementerian Dalam Negeri menyatakan 69 orang tewas dan 31 lainnya hilang akibat hujan lebat yang memicu longsor. Sebagian besar korban tewas karena tanah longsor yang menyapu rumah-rumah warga.

Pemerintah mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan telah ditingkatkan dengan mengerahkan militer dan pasukan paramiliter.

Di Bangladesh, 40.000 warga yang tinggal di pedesaan di wilayah dataran rendah terkena dampak banjir. Menurut Menteri Manajemen Bencana Bangladesh Enamur Rahman, total 16 orang di tiga distrik berbeda tewas tersambar petir dalam hujan badai pada Sabtu (13/7).

Sementara itu di Cox's Bazar lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya terlantar akibat longsor yang menyapu kamp-kamp penampungan mereka.

Dalam pernyataan pekan lalu, Human Rights Watch menyampaikan bahwa sejak awal Juli, banjir dan tanah longsor telah merusak ribuan tempat penampungan di kamp-kamp pengungsian serta menewaskan dua orang, termasuk seorang anak. 

Setiap tahunnya, banjir di Asia Selatan menelan korban jiwa dan memaksa warga mengungsi dari rumah mereka. Jumlah kematian dan kerusakan akibat musim hujan yang baru saja dimulai ini kemungkinan akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

Banjir di Nepal, India, dan Bangladesh selama musim hujan 2017 menewaskan sedikitnya 800 orang serta menghancurkan hasil panen dan rumah-rumah warga. (The Guardian dan CNN)