sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Dunia setujui dana vaksin Covid-19 Rp176,8 triliun

Pendanaan juga mencakup tes dan perawatan bagi penduduk di negara berkembang.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Rabu, 14 Okt 2020 17:44 WIB
Bank Dunia setujui dana vaksin Covid-19 Rp176,8 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Dewan Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan baru sebesar US$12 miliar atau setara Rp176,8 triliun bagi negara-negara berkembang untuk membiayai pembelian dan distribusi vaksin coronavirus baru (Covid-19), tes, dan perawatan bagi warganya pada Selasa (13/10).

Bank Dunia mengatakan, program pembiayaan akan mencakup dukungan teknis kepada negara-negara penerima, sehingga mereka dapat mempersiapkan penyebaran vaksin dalam skala besar dan akan memberi sinyal kepada perusahaan obat, bahwa akan ada permintaan besar dan pembiayaan yang cukup untuk vaksin Covid-19 di negara berkembang.

"Paket pembiayaan ini membantu memberi sinyal kepada penelitian dan industri farmasi, bahwa warga negara di negara berkembang juga membutuhkan akses ke vaksin Covid-19 yang aman dan efektif," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini juga akan memberikan pembiayaan dan dukungan teknis, sehingga negara berkembang dapat bersiap untuk menyebarkan vaksin dalam skala besar dalam koordinasi dengan mitra internasional," lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass, mengatakan, akses ke vaksin yang aman dan efektif dan sistem penyampaian yang diperkuat merupakan kunci mengubah jalannya pandemi dan membantu negara-negara terdampak bencana ekonomi dan fiskal bergerak menuju pemulihan yang tangguh.

"Pembiayaan tersebut juga akan mendukung negara-negara untuk mengakses tes dan perawatan Covid-19 dan memperluas kapasitas imunisasi untuk membantu sistem kesehatan menyebarkan vaksin secara efektif," tambahnya.

Persetujuan pembiayaan itu diharapkan karena Malpass telah mengumumkan proyek tersebut pada akhir September 2020.

Selama vaksin belum muncul di pasaran, Malpass dalam sebuah wawancara dengan harian Prancis, Le Figaro menyatakan, pendanaan perlu dipersiapkan karena proses distribusi vaksin yang rumit.

Sponsored

Pendekatan Bank Dunia, menurut pernyataan tersebut, mengacu pada "keahlian yang signifikan dalam mendukung program imunisasi skala besar untuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin serta program kesehatan masyarakat untuk mengatasi penyakit menular, seperti HIV, tuberkulosis, malaria dan penyakit tropis yang terabaikan." (CNA)

Berita Lainnya