logo alinea.id logo alinea.id

Bantu korban bencana di Sulteng, warga Belanda gelar aksi nasional

Memperingati Hari Aksi Nasional pada 10 Oktober 2018, masyarakat Belanda adakan penggalangan dana untuk rekonstruksi Sulawesi Tengah.

Soraya Novika
Soraya Novika Selasa, 09 Okt 2018 18:06 WIB
Bantu korban bencana di Sulteng, warga Belanda gelar aksi nasional

Pemerintah Belanda ambil andil dalam membantu pemulihan Sulawesi Tengah pasca-bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018. Duta Besar Belanda untuk Republik Indonesia Rob Swartbol menjelaskan, negaranya telah menyumbangkan dana sebesar 5 juta euro atau setara dengan Rp87,5 miliar.

"Gempa dan tsunami hebat yang terjadi di Sulawesi Tengah menjadi perhatian dunia juga Belanda. Pemerintahan kami telah menyumbangkan 5 juta euro untuk bantuan yang dibutuhkan," ujar Dubes Swartbol lewat keterangan pers yang diterima Alinea.id, Selasa (9/10).

Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Aksi Nasional yang jatuh pada 10 Oktober 2018, masyarakat di Belanda juga akan mengadakan ragam kegiatan penggalangan dana untuk membantu rekonstruksi Sulawesi Tengah.

"Pada Hari Aksi Nasional Belanda besok, mahasiswa, beberapa perusahaan, dan Badan Persatuan Olahraga akan mensponsori kegiatan tersebut. Di sana akan ada banyak aktivitas penggalangan dana untuk Sulawesi Tengah. Anak-anak di Belanda akan membuat dan menjual kue ke tetangganya untuk ikut serta galang dana. Dana yang terkumpul dari kegiatan itu akan dipakai untuk merekonstruksi Sulawesi Tengah," terangnya.

Radio dan televisi nasional di Belanda akan melaporkan secara langsung kegiatan-kegiatan pada Hari Aksi Nasional tersebut. Menurut Dubes Swartbol, semua inisiatif tersebut menunjukkan eratnya persahabatan dan solidaritas warga Belanda untuk Indonesia.

Berdasarkan rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (9/10) pukul 13.00 WIB, korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 2.010 orang. 

Adapun korban luka berat mencapai 10.679 orang dan telah dirawat di rumah sakit. Sementara itu, 671 orang dikabarkan hilang dan 82.775 orang mengungsi di 112 titik di Sulawesi Tengah dan beberapa titik lainnya di luar Sulawesi Tengah. 

Sebanyak 67.310 unit rumah rusak, 99 fasilitas peribadatan, dan 20 unit fasilitas kesehatan hancur akibat bencana tersebut.

Sponsored